Kondisi Sungai di Cipageran Semakin Kritis, DPRD Cimahi Pertanyakan Anggaran BTT

Kondisi Sungai di Cipageran Semakin Kritis, DPRD Cimahi Pertanyakan Anggaran BTT
Ilustrasi sungai dengan kondisi kritis. (ist)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Anggota Komisi III DPRD Kota Cimahi, Enang Sahri, mempertanyakan belum dimanfaatkannya sejumlah pos anggaran untuk perbaikan sungai di RW 28, Kelurahan Cipageran, Kecamatan Cimahi Utara.

Sungai yang berada di wilayah perbatasan antara Kota Cimahi dan Kabupaten Bandung Barat (KBB) tersebut dinilai sudah dalam kondisi kritis dan kerap menimbulkan banjir yang berdampak langsung pada warga sekitar.

Menurut Enang, perbaikan sungai seharusnya bisa segera dilakukan dengan memanfaatkan anggaran yang tersedia, termasuk Biaya Tak Terduga (BTT) maupun anggaran kebencanaan.

Baca Juga:Tak Ingin Hilangkan Nilai Sejarah, Wakil Wali Kota Cimahi Renovasi Eks RPH Tetap Jaga Keaslian Cagar BudayaPerkuat Arus Informasi dan Tangkal Hoaks, Pemkot Cimahi Lakukan Evaluasi KIM 2025

“Ada BTT (Biaya Tak Terduga), ada anggaran bencana, kenapa enggak dipakai saja,” ujar Enang Sahri saat dikonfirmasi, Rabu (17/12/2025).

Ia mengakui bahwa dalam sistem penganggaran terdapat sejumlah keterbatasan. Namun demikian, Enang menegaskan bahwa kondisi tersebut seharusnya tidak menjadi alasan untuk menunda langkah penanganan, apalagi hingga menunggu terjadinya kejadian yang lebih parah.

“Mungkin sistem penganggaran kita akui ada segala keterbatasan. Tapi dengan kondisi sekarang ini, kita menunggu orang hanyut, orang kena musibah, apakah selalu akan seperti itu?” ujarnya dengan nada tegas.

Enang menjelaskan, kondisi sungai yang rusak parah selama ini kerap memicu banjir yang menggenangi rumah warga Kota Cimahi yang bermukim di sekitar aliran sungai tersebut. Oleh karena itu, ia menilai perlu ada tindakan cepat dari pihak terkait.

Meski sungai berada di wilayah perbatasan dua daerah, Enang menegaskan bahwa warga yang terdampak langsung merupakan masyarakat Kota Cimahi.

“Maka harus ada tindakan yang kita lakukan. Nyatakan dulu lah di sini, supaya ini bisa terbenahi, sehingga alurnya bisa lebih baik,” katanya.

Politisi Partai NasDem itu juga mengakui bahwa sejumlah program jangka panjang, seperti pembangunan kolam retensi atau embung, memang membutuhkan proses yang tidak singkat karena harus melalui tahapan pembebasan lahan.

Baca Juga:Tegakkan Perda, Pemkot Cimahi Tertibkan Bangunan Liar di Kawasan Cibaligo CigugurUnderpass Jalan Gatot Subroto Cimahi Masuk Prioritas 2026, Lahan Mulai Diukur

Namun, menurutnya, perbaikan sungai merupakan langkah konkret yang bisa segera dilakukan dan memiliki dampak langsung bagi masyarakat.

“Caranya, di sini hulunya kita bereskan, di hilir juga, dan kalau perlu kita bikin sodetan di tengah jalan, supaya menghindari banjir saja,” jelas Enang.

0 Komentar