JABAR EKSPRES– Perkembangan kecerdasan artifisial (AI), media sosial, hingga perubahan teknologi yang begitu cepat membawa tantangan baru bagi mahasiswa. Di tengah kondisi tersebut, Institut Teknologi Bandung (ITB) menilai penguatan karakter tetap menjadi bagian penting dalam membentuk generasi muda yang mampu menghadapi perubahan zaman.
Melalui kegiatan Character Development Training (CDT) Carnival 2026, ITB kembali menanamkan nilai karakter AIR yang terdiri dari Adaptif, Integritas, dan Resiliensi kepada mahasiswa baru.
Kegiatan tersebut menjadi salah satu upaya ITB dalam membangun fondasi karakter mahasiswa sejak awal memasuki lingkungan perguruan tinggi. CDT Carnival 2026 digelar bagi mahasiswa baru ITB di Kampus Jatinangor pada Sabtu, 15 Agustus 2026.
Baca Juga:Bukan Sekadar Magang, Virtuship Telkomsel Buka Kesempatan Mahasiswa Rasakan Pengalaman Kerja NyataKisah Auliana Mulia Hernawan, Mahasiswa Telkom University yang Rutin Turun ke Sungai Tangani Banjir
Kepala Subdirektorat Pengembangan Karakter Mahasiswa ITB, Pipit Fitriani, menjelaskan bahwa nilai AIR bukanlah konsep yang dirumuskan secara sembarangan. Nilai tersebut lahir melalui proses pembahasan dengan melibatkan berbagai pihak yang memiliki perhatian terhadap pengembangan mahasiswa.
Dalam proses perumusannya, ITB melibatkan dosen, tim coach, mitra, hingga perwakilan mahasiswa. Pelibatan berbagai unsur tersebut dilakukan agar nilai karakter yang dihasilkan dapat benar-benar menjawab kebutuhan mahasiswa sekaligus tetap relevan dalam menghadapi perubahan zaman.
“Dalam pengkonsepan AIR, kita waktu itu mengundang stakeholder, seperti dosen yang memang memiliki minat kepada kegiatan kemahasiswaan, pengembangan karakter. Kemudian juga dari tim coach, para mitra, termasuk perwakilan mahasiswa,” jelasnya.
Menurut Pipit, proses tersebut pada akhirnya menghasilkan tiga nilai utama yang dinilai akan tetap dibutuhkan mahasiswa, meskipun tantangan yang dihadapi terus berubah.
“Kita mencoba merumuskan kira-kira nilai apa yang paling penting dan akan selalu relevan ke depannya. Muncullah tiga nilai ini, yaitu AIR,” tandasnya.
Nilai AIR Tetap Penting di Tengah Perkembangan AI
Pipit menilai pesatnya perkembangan teknologi, termasuk kehadiran AI, tidak serta-merta membuat nilai karakter yang telah dirumuskan ITB menjadi usang.
Justru sebaliknya, perkembangan teknologi membuat mahasiswa perlu memahami kembali bagaimana nilai-nilai tersebut diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Baca Juga:Film Istimewa Hadirkan Pesan Humanis, Ajak Penonton di Bandung Berhenti Melihat Disabilitas dari KekurangannyaPT Len Industri Perkuat Integrasi Teknis Sistem Kendaraan Listrik Berbasis Pengalaman Rekayasa Sprint
Salah satu contohnya adalah nilai adaptif. Menurut Pipit, mahasiswa saat ini dituntut mampu mengikuti perkembangan teknologi dan tidak gagap terhadap berbagai perubahan yang terjadi.
