Kuota TPA Sarimukti Terbatas, Pemkot Cimahi Genjot Program Sapu Jagat Sampai Tingkat RT

Sampah
Sejumlah ASN Pemkot Cimahi akan diterjunkan hingga tingkat RT untuk membina warga memilah dan mengelola sampah dari rumah sebagai upaya menekan volume sampah yang dikirim ke TPA Sarimukti (Doc. PPID Cimahi)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Pemerintah Kota Cimahi mulai mengerahkan aparatur sipil negara (ASN) hingga tingkat rukun tetangga (RT) untuk memperkuat pengelolaan sampah dari sumbernya. Langkah ini ditempuh di tengah terbatasnya kuota pembuangan sampah Kota Cimahi ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sarimukti.

Program tersebut dijalankan melalui “Sapu Jagat RT” atau Sapa dan Peduli Lingkungan Bersama ASN di RT yang digagas Pemerintah Kota Cimahi melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH).

Melalui program ini, ASN akan berperan sebagai pembina pengelolaan sampah di tingkat RT se-Kota Cimahi. Mereka akan mendampingi warga, termasuk mendorong pemilahan sampah dari rumah secara langsung atau door to door.

Baca Juga:Di Tengah Semarak HUT ke-81 RI, Bocah Linggaraja Sampaikan Keluhan Lewat Kostum KardusPemkab Tasikmalaya Riung Mungpulung Bersama Para Pejuang, Semangat Kemerdekaan Jadi Inspirasi Pembangunan

Kepala DLH Kota Cimahi Chanifah Listyarini mengatakan, pengerahan ASN ke tingkat RT merupakan bagian dari upaya pemerintah mengurangi sampah yang berakhir di TPA.

“Pemkot Cimahi menurunkan ASN ke tingkat RT untuk pembinaan pemilahan sampah door to door ke rumah warga. Diharapkan dapat menyelesaikan sampah dengan target optimal 60% selesai di wilayah,” ujar Chanifah, Senin (17/8/26).

Menurutnya, strategi tersebut merupakan implementasi dari Surat Keputusan (SK) Wali Kota Cimahi mengenai pembagian kewenangan dalam pengelolaan sampah. Berdasarkan kebijakan itu, sebanyak 60 persen pengelolaan sampah ditangani di tingkat wilayah, sedangkan 40 persen menjadi bagian dari layanan DLH.

Pembagian tersebut menjadi penting mengingat kapasitas pengangkutan sampah menuju TPA Sarimukti terbatas. Karena itu, pemerintah mendorong agar sampah tidak seluruhnya bergantung pada sistem pengangkutan menuju TPA.

“Dengan terbatasnya kuota pengangkutan sampah ke TPA Sarimukti, Pemkot Cimahi mendorong pengelolaan sampah langsung dari sumbernya. Dengan demikian, pengiriman sampah ke TPA Sarimukti diharapkan hanya sampah residu yang tersisa,” ucapnya.

Chanifah menjelaskan, penugasan ASN akan disesuaikan dengan lokasi bina wilayah masing-masing organisasi perangkat daerah (OPD). Dengan pola tersebut, ASN tidak hanya bekerja di lingkungan pemerintahan, tetapi juga ikut melakukan pendampingan secara langsung di masyarakat.

Sosialisasi mengenai program tersebut, kata dia, telah dilakukan kepada jajaran ASN dan kepala OPD di lingkungan Pemerintah Kota Cimahi.

Baca Juga:HUT ke-81 RI, Bupati Cecep Ajak Warga Rawat Persatuan untuk Wujudkan Tasikmalaya Lebih SejahteraFK Tagana Tasikmalaya Perkuat Kesiapsiagaan Warga, Kerahkan 20 Personel Bersihkan DAS Cikunten

Selanjutnya, pemerintah di tingkat kelurahan dan kecamatan bersama RT/RW akan membentuk satuan tugas (Satgas) Sampah. Satgas tersebut nantinya menyusun rencana aksi atau *plan of action* di tingkat RT untuk menangani sampah organik maupun anorganik.

0 Komentar