JABAR EKSPRES – Film Baby Udon mulai menyapa penonton Indonesia melalui rangkaian Gala Premiere dan Meet & Greet yang digelar di sembilan kota. Kota Bandung menjadi destinasi pertama dalam rangkaian promosi film produksi Sumargo Films berkolaborasi dengan LYTO Pictures tersebut yang berlangsung di Main Atrium Festival Citylink, Bandung, Sabtu (15/8/2026).
Antusiasme warga Bandung terlihat sejak kedatangan jajaran pemain dan sosok yang kisah hidupnya menjadi inspirasi utama film Baby Udon.
Dua pemeran utama, Denny Sumargo dan Caitlin Halderman, hadir langsung menyapa penonton. Selain itu, Fanny Kondoh, pemilik kisah nyata yang menjadi sumber inspirasi film, turut hadir dalam kesempatan tersebut.
Baca Juga:Reza Arap Meriahkan Ciwalk Bandung, Harusnya Horror Siap Bawa Komedi, Horor hingga Persahabatan ke BioskopRayakan HUT ke-19, Edulab Siapkan Universitas di Bandung dan Ekspansi 20 Cabang Baru
Gala Premiere ini menjadi momentum istimewa karena penonton mendapatkan kesempatan menyaksikan film lebih awal sekaligus berinteraksi langsung dengan para pemain dan Fanny Kondoh.
Film Baby Udon sendiri mengangkat kisah nyata content creator Fanny Kondoh bersama mendiang suaminya, Hajime Kondoh. Kehidupan keluarga tersebut kemudian menjadi inspirasi bagi sebuah cerita yang akan dibawa ke layar lebar.
Salah satu sosok yang paling membuat publik penasaran tentu Kazuki atau yang akrab disapa KazKaz. Kehadiran sang buah hati dalam kisah tersebut menjadi salah satu daya tarik yang membuat penonton ingin mengetahui bagaimana perjalanan emosional keluarga ini divisualisasikan dalam film.
Antusiasme penonton Bandung pun mendapat perhatian khusus dari Denny Sumargo yang tidak hanya berperan sebagai pemeran utama, tetapi juga terlibat sebagai produser film.
“Jujur, antusiasme warga di Gala Premiere Bandung ini di luar ekspektasi kami. Senang dan terharu sekali melihat respons penonton yang begitu hangat, apalagi saat banyak yang menanyakan keberadaan KazKaz. Dukungan dan antusiasme seperti ini yang makin membakar semangat kami untuk menyajikan karya terbaik bagi penonton Indonesia,” ujar Denny Sumargo.
Sambutan hangat juga dirasakan Fanny Kondoh. Berada di tengah penonton yang menyaksikan kisah keluarganya diadaptasi menjadi film layar lebar menjadi pengalaman emosional tersendiri baginya.
Fanny mengaku tersentuh melihat banyak orang memberikan perhatian, doa, hingga ikut merasakan emosi dari perjalanan hidup yang ia dan keluarganya alami.
