JABAR EKSPRES – Pasar smartphone global kembali memanas. POCO, sub-merek yang dikenal dengan performa tinggi dan harga bersahabat, dikabarkan tengah menyiapkan senjata barunya yaitu POCO F8 Pro, calon flagship killer paling ditunggu tahun ini.
Baru-baru ini, bocoran gambar kemasan POCO F8 Pro beredar luas di internet dan langsung menarik perhatian publik. Pasalnya, pada kotak tersebut terlihat jelas logo Bose terpampang di bagian luar. Kolaborasi dengan merek audio legendaris itu menandakan bahwa POCO akan menghadirkan pengalaman audio premium kelas sultan pada ponsel flagship terbarunya.
Langkah menggandeng Bose sebenarnya bukan hal mengejutkan. Induk perusahaan POCO, yakni Xiaomi, sebelumnya juga telah menjalin kerja sama dengan Bose untuk seri flagship Redmi K90 Max dan Redmi K90 yang dirilis khusus di pasar Tiongkok.
Baca Juga:Hasil Liga Inggris: Manchester City Hantam Liverpool Tiga Gol Tanpa BalasCara Nonton Streaming Legal Inter Milan vs Lazio, Cek di Sini
Fakta ini semakin memperkuat dugaan bahwa POCO F8 Pro merupakan hasil rebranding dari Redmi K90. Jika benar, maka pengguna bisa berharap ponsel ini membawa spesifikasi monster, seperti chipset kelas atas, layar AMOLED 120Hz, dan sistem pendingin mutakhir yang menjadi ciri khas seri K dari Redmi.
Tak berhenti di situ, varian tertinggi POCO F8 Ultra juga dikabarkan akan menjadi versi global dari Redmi K90 Pro Max. Artinya, pasar flagship tahun depan bisa dipastikan bakal memanas karena POCO akan menawarkan dua smartphone dengan performa kelas dewa namun berharga lebih terjangkau.
Sebagai tanda peluncuran yang semakin dekat, POCO F8 Ultra telah muncul di situs sertifikasi NBTC Thailand dengan nomor model 25102PCBEG. Menariknya, nomor model ini sangat mirip dengan kode milik Redmi K90 Pro Max (25102RKBEC), memperkuat dugaan bahwa kedua perangkat ini sebenarnya identik, hanya berbeda dalam nama dan branding.
Namun, di tengah antusiasme tinggi, beredar pula rumor mengejutkan: POCO F8 Pro mungkin tidak akan menyertakan charger dalam paket penjualannya. Kabar ini belum bisa dipastikan, namun diyakini kebijakan tersebut akan diterapkan hanya di wilayah tertentu seperti Eropa, mengikuti regulasi tentang pengurangan limbah elektronik.
Hingga kini, POCO belum mengonfirmasi tanggal peluncuran resmi maupun spesifikasi lengkapnya. Namun, berbagai sertifikasi internasional yang telah muncul menjadi sinyal kuat bahwa pengumuman global hanya tinggal menunggu waktu.
