Efisiensi Bukan Alasan, Disdagkoperin Cimahi Jaga Sibesti Tetap Berjalan

Produksi Beras Diprediksi Meningkat, Bulog-Kementan Pastikan Perbaiki Manajeman Penyimpan Beras
Ilustrasi Pekerja melakukan bongkar muat beras di Gudang Bulog Cisaranten Kidul Sub Divre Bandung, Kota Bandung beberapa waktu lalu. Foto: Dimas Rachmatsyah / Jabar Ekspres
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Di tengah tekanan harga pangan yang terus bergejolak, Dinas Perdagangan, Koperasi, dan Perindustrian (Disdagkoperin) Kota Cimahi memastikan distribusi beras subsidi melalui program Sibesti (Siapkan Beras untuk Masyarakat Kota Cimahi) tetap berjalan.

Di saat sebagian daerah mulai mengkhawatirkan keterbatasan pasokan, Cimahi justru menegaskan stok aman dan distribusi terus disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat.

Kepala Bidang Perdagangan Disdagkoperin Cimahi, Indra Bagjana, mengatakan bahwa distribusi Sibesti kali ini mencapai 6.542 kemasan beras, masing-masing 5 kilogram dengan harga Rp55 ribu per karung.

Baca Juga:Harga Beras di Bandung Barat Melonjak di Atas HET, Warga Keluhkan Beban BelanjaBulog Bandung Pastikan Stok Beras Aman Hingga 6 Bulan ke Depan, Siap Suplai Pasar dan Ritel

Menurut Indra, program ini sudah memasuki tahap kedelapan sejak pertama kali digulirkan.

“Distribusi 6.542 bag kemasan 5 kg dengan harga 55 ribu per bag. Ini distribusi ke-8 Sibesti,” ujarnya, Jumat (31/10/2025).

Menurut Indra, jumlah beras yang disalurkan tidak bersifat tetap, tetapi menyesuaikan dengan kebutuhan masyarakat di lapangan.

“Kuota yang didistribusikan dinamis sesuai dengan pesanan dari masyarakat, jadi setiap penyelenggaraan bisa berbeda, bisa naik bisa turun. Tapi secara rata-rata sekitar 30 ton per bulan,” kata Indra.

Mekanisme distribusi, lanjutnya, dilakukan melalui jejaring kelurahan yang dikoordinasikan oleh Satuan Tugas (Satgas) Sibesti di masing-masing wilayah. Cara ini dinilai lebih efisien dan mendekatkan akses masyarakat terhadap beras murah.

“Distribusi melalui jejaring kelurahan, yang dikoordinir oleh Satgas Sibesti masing-masing kelurahan,” tuturnya.

Namun Indra tak menutup mata terhadap tantangan efisiensi anggaran yang kini dihadapi. Menurutnya, keterbatasan dana tak boleh menjadi alasan untuk menurunkan pelayanan kepada masyarakat.

Baca Juga:Sidak Pasar Sederhana, Satgas Pangan Polda Jabar Pastikan Penjualan Beras Tetap Sesuai HETHarga Beras di Cimahi Tembus di atas HET, Pedagang Mengeluh Pasokan Seret

“Efisiensi anggaran tidak boleh menjadi hambatan untuk terus melayani masyarakat dalam hal penyediaan pangan yang dekat dengan harga terjangkau,” tegasnya.

Ke depan, pemerintah berencana memperluas jangkauan Sibesti dengan membuka gerai di tiap kelurahan. Langkah ini dirancang agar masyarakat dapat mengakses beras stabilisasi tanpa harus menunggu momentum distribusi besar.

“Harapannya, Sibesti terus berinovasi. Terlebih dengan adanya efisiensi anggaran, maka pembukaan gerai Sibesti di masing-masing kelurahan harus segera diinisiasi. Rencananya akan bekerja sama dengan Koperasi Merah Putih,” ujarnya.

Di sisi lain, dukungan terhadap program Sibesti juga datang dari Perum Bulog. Kepala Gudang Bulog Utama Cimahi Selatan, Dede Budiman, memastikan stok beras di wilayah Cimahi dalam kondisi aman dan siap mendukung program pemerintah daerah.

0 Komentar