Efisiensi Bukan Alasan, Disdagkoperin Cimahi Jaga Sibesti Tetap Berjalan

Produksi Beras Diprediksi Meningkat, Bulog-Kementan Pastikan Perbaiki Manajeman Penyimpan Beras
Ilustrasi Pekerja melakukan bongkar muat beras di Gudang Bulog Cisaranten Kidul Sub Divre Bandung, Kota Bandung beberapa waktu lalu. Foto: Dimas Rachmatsyah / Jabar Ekspres
0 Komentar

“Untuk dukungan Bulog terhadap program-program pemerintah, kami siap dengan stok yang kita punya. Saat ini stok di gudang kami cukup aman untuk wilayah Kota Cimahi dan mendukung program Sibesti,” kata Dede.

Dede menuturkan, stok beras di gudang Bulog Cimahi saat ini mencapai sekitar 7.000 ton. Angka itu dinilai memadai untuk menjaga stabilitas pasokan di tengah kebutuhan masyarakat yang terus bergerak.

“Kalau stok di sini, untuk saat ini yang kita kuasai di gudang sekitar 7.000 tonan,” ujarnya.

Baca Juga:Harga Beras di Bandung Barat Melonjak di Atas HET, Warga Keluhkan Beban BelanjaBulog Bandung Pastikan Stok Beras Aman Hingga 6 Bulan ke Depan, Siap Suplai Pasar dan Ritel

Bulog, kata Dede, juga menjalin kerja sama lintas sektor untuk memastikan distribusi berjalan lancar hingga ke tingkat masyarakat.

“Kami bekerja sama dengan TNI, Polri, dan dinas-dinas terkait. Bahkan sampai ke tingkat polsek dan paramil pun kita sudah bekerja sama dengan baik selama ini,” ungkapnya.

Untuk program Sibesti maupun SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan), Bulog menggunakan kemasan 5 kilogram agar lebih mudah disalurkan ke masyarakat.

“Untuk karung program Sibesti ini, kita menggunakan karung 5 kilo. Untuk program-program lain seperti SPHP juga sama, menggunakan kemasan 5 kilo,” ujarnya.

Dede juga menanggapi anggapan masyarakat soal harga beras Sibesti yang dinilai lebih tinggi dari HET.

“Kalau harganya kan dikira lebih dari harga HET,” ujarnya singkat.

Namun, ia menegaskan, harga tersebut sudah disesuaikan dengan kebijakan pemerintah dan biaya distribusi di lapangan. (Mong)

0 Komentar