JABAR EKSPRES – Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin, menegaskan komitmen Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor untuk mendukung penuh program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diinisiasi pemerintah pusat.
Ia menekankan pentingnya pengawasan ketat terhadap standar operasional prosedur (SOP) agar program strategis ini tidak rusak hanya karena kelalaian teknis di lapangan.
“Program yang baik ini, program yang sangat strategis ini, jangan sampai rusak hanya karena masalah teknis atau SOP yang tidak maksimal. Kalau SOP dijalankan dengan benar, SDM lengkap, prosedur tetap sesuai, semua pasti berjalan baik,” ujar Jenal usai menghadiri rapat koordinasi Tim Percepatan MBG di Gedung Balai Kota Bogor, Kamis (25/9/2025).
Baca Juga:FIFA Tegaskan Tak Ada Rencana Tambah Jumlah Tim di Piala Dunia 2030Timnas Indonesia Umumkan Skuad untuk Round 4 Kualifikasi Piala Dunia 2026, Tak Ada Nama Hilgers dan Marselino!
Saat ini, Kota Bogor memiliki 32 dapur MBG yang masing-masing melayani sekitar 3.000 siswa. Jenal menegaskan bahwa seluruh dapur wajib mematuhi SOP distribusi, termasuk ketentuan waktu pengiriman maksimal 30 menit untuk mencegah makanan basi.
“Kalau lebih dari 30 menit bisa berpotensi basi. Itu harus dijaga betul. Saya ingin izin Pak Wali untuk turun langsung memantau ke dapur, mengecek apakah SOP benar-benar dijalankan atau tidak,” tegasnya.
Lebih lanjut, Jenal menyoroti adanya laporan warga terkait menu MBG yang dianggap tidak representatif. Ia pun memastikan setiap laporan yang masuk melalui nomor aspirasi atau kanal pengaduan Pemkot akan diverifikasi langsung ke sekolah maupun guru penerima manfaat.
Ia menekankan, temuan dari laporan warga ini tidak bisa dipandang remeh karena berpotensi menimbulkan persoalan yang lebih besar. Apalagi, sejumlah insiden juga sempat terjadi baik di Kota Bogor maupun di daerah lain.
Di Bogor, misalnya, pernah terjadi keracunan massal pada 6 Mei 2025 di Bosowa Bina Insani yang menimpa lebih dari seratus siswa dan guru usai mengonsumsi menu MBG. Selain itu, pada 28 Agustus 2025 di SMAN 7 Bogor ditemukan sayur berulat, dan terbaru pada 25 September 2025 di SMPN 7 Bogor menu ayam suir diduga basi saat disajikan.
“Ketika ada laporan dari warga, saya tidak serta-merta percaya. Kami cek ke sekolahnya, ke guru, dan terntata memang ada menu yang tidak sesuai. Kalau SOP dijalankan, seharusnya hal itu tidak terjadi. Maka perbaikan SOP menjadi penting agar kejadian seperti ini tidak terulang kembali,” jelasnya.
