JABAR EKSPRES – Integritas kembali menjadi sorotan dalam proses pembinaan Aparatur Sipil Negara (ASN). Seorang peserta asal Banjar dinyatakan tidak lulus pada Diklat Kepemimpinan (Diklatpim) yang digelar Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Jawa Barat.
Keputusan tegas ini diambil setelah peserta bersangkutan terbukti bermasalah dengan kejujuran dan tanggungjawab dalam mengelola iuran kelompok.
Kepala BPSDM Jawa Barat, Ika Mardiah, saat ditemui Jabar Ekspres di kantornya, Jalan Kolonel Masturi, Kota Cimahi, Jumat (11/9/2025), mengungkapkan bahwa dari total 34 peserta se-Indonesia, hanya satu orang yang tidak lulus karena persoalan integritas.
Baca Juga:Warga Cimahi Terharu Terima Bantuan Beras: Cukup untuk Beberapa BulanRenovasi SMPN 6 Cimahi Tersendat, Dinas Aset Dinilai Lambat Tindaklanjuti Pengangkutan Barang Milik Pemerintah
“Yang utama itu soal integritas. Dia tidak masuk di tiga hari terakhir, padahal itu adalah masa penting untuk seminar implementasi proyek perubahan. Kemudian muncul informasi bahwa yang bersangkutan dijadikan bendahara kelompok, tetapi uang iuran dari teman-temannya tidak dibayarkan, dari situ kami putuskan tidak lulus,” tegas Ika.
Menurut Ika, pada awalnya peserta tersebut mengaku absen karena urusan pribadi dan musibah. Namun, di hari penutupan, ketua angkatan melaporkan adanya masalah keuangan.
Uang iuran yang dikumpulkan untuk keperluan internal kelompok, seperti pembuatan jaket angkatan, namun tidak pernah disetorkan.
“Awalnya kami ingin menunda kelulusannya agar bisa tetap mengikuti seminar di kesempatan lain. Tapi setelah tahu ada masalah integritas, keputusan kami jelas: tidak lulus. Integritas itu harga mati bagi ASN,” ujarnya menegaskan.
Ika menambahkan, keputusan ini tidak diambil sepihak. Pihaknya langsung melaporkan ke Sekretaris Daerah (Sekda) Jawa Barat, yang kemudian meneruskan laporan resmi kepada Wali Kota Banjar dan Badan Kepegawaian terkait.
“Setelah kasus tersebut, kami bersurat ke wali kota, juga ke Sekda Jabar. Saya menyatakan bahwa yang bersangkutan tidak lulus karena persoalan integritas, bukan hanya soal ketidakhadiran,” jelasnya.
Dari seluruh peserta, hanya satu orang yang gagal. Sementara 33 peserta lainnya dinyatakan lulus karena hadir penuh dan tidak bermasalah secara perilaku.
Baca Juga:DPRD Cimahi Tak Naikkan Tunjangan PerumahanRevitalisasi Mendesak, Sejumlah Ruang Kelas SMPN 6 Cimahi Dinyatakan Tidak Layak Pakai
Ika menekankan bahwa aspek integritas selalu menjadi pertimbangan utama dalam setiap pelatihan ASN.
“Kami selalu mengamati integritas dan perilaku. Kalau soal teknis bisa dibimbing, tapi integritas itu mutlak. ASN tidak boleh main-main dengan hal seperti ini,” katanya.
