Belajar Aksara Sunda, Anak-Anak Cimahi Tantang Diri di Tengah Gempuran Gadget

Sejumlah siswa saat fokus mengerjakan aksara Sunda yang dilombakan oleh Disbudparpora kota Cimahi (mong)
Sejumlah siswa saat fokus mengerjakan aksara Sunda yang dilombakan oleh Disbudparpora kota Cimahi (mong)
0 Komentar

Di tengah derasnya arus digitalisasi dan budaya serba instan, puluhan siswa sekolah dasar di Kota Cimahi memilih jalur berbeda: menekuni aksara Sunda.

Pada Sabtu (30/8/2025), sekitar 60 siswa dari berbagai sekolah dasar tampak serius, bahkan sedikit gugup, ketika mengikuti lomba menulis sajak dan aksara Sunda yang digelar di Aula Gedung B Pemkot Cimahi.

Suasana aula begitu hidup. Para peserta duduk berjajar, menunduk menatap lembar kertas, seolah tenggelam dalam huruf-huruf khas yang perlahan terangkai menjadi kalimat.

Baca Juga:Eksklusif, Ultra Milk Luncurkan Rasa Baru Blueberry Blast di Kompetisi DBL Dinkes Kabupaten Bandung Pastikan Tidak Ada Tunggakan BPJS Kesehatan, Hanya Tagihan Berjalan

Bukan sekadar lomba, kegiatan ini menyimpan pesan penting, menanamkan kecintaan pada warisan budaya di usia belia.

Salah satu peserta, Nazwa Awaliyah (12), tak menutupi keterkejutannya.

“Kaget sih, karena dulu saya belum hafal Aksara Sunda,” ungkap siswi kelas 6 SDN Cibeber Mandiri 2 dengan senyum malu-malu saat diwawancarai Jabar Ekspres di lokasi.

Namun, keterkejutan itu berubah menjadi rasa percaya diri berkat pembelajaran di sekolah.

“Diajarkan Aksara Sundanya lewat eskul. Jadi waktu lomba menulis, sudah terbiasa. Biasanya mulai dari huruf dulu, baru kalimat. Jadi lebih siap,” ujarnya.

Nazwa menambahkan, meski sempat grogi, dirinya optimis bisa meraih hasil terbaik.

Hal serupa dialami Elita Rizkia Nugraha (12). Ia awalnya juga merasa asing dengan aksara Sunda.

“Awalnya cukup kaget, karena biasanya anak-anak seumuran saya lebih sering main. Pas ikut lomba ini, jadi tantangan tersendiri. Untungnya ada ekskul di sekolah. Dari huruf dulu, lalu kalimat. Jadi pas diminta menulis tentang Cimahi, saya sudah terbiasa. Rasa deg-degan jadi berkurang, insyaallah optimis bisa menang,” tuturnya penuh keyakinan.

Baca Juga:Yusuf Manshur Buka Donasi untuk Keluarga Mendiang Affan Kurniawan, Warganet: Gak Usah Mancing-mancing Dah!Bertahan hingga Malam, Massa Merangsek Masuki Kompleks DPR! 

Dari balik kebingungan anak-anak yang baru mengenal huruf-huruf Sunda kuno, ada tangan-tangan guru yang sabar membimbing.

Sementara itu, Diana Wijayanti, wali kelas SDN Cibeber Mandiri 2 sekaligus pembina ekstrakurikuler Aksara Sunda, menjelaskan bagaimana sekolahnya berusaha menjaga warisan budaya ini.

“Setiap Kamis ada pembiasaan yang di-rolling. Misalnya minggu ini Aksara Sunda, minggu depan pupuh, lalu kaulinan. Itu untuk siswa kelas 3 sampai 6. Mereka belajar di luar ruangan sekitar setengah jam sebelum masuk kelas,” jelasnya.

0 Komentar