JABAR EKSPRES – Konflik Internal yang menyebabkan ditutupnya sementara Kebun Bintang Bandung atau Bandung Zoo, hingga kini dikabarkan masih terus berlanjut.
Humas Bandung Zoo dari Yayasan Margasatwa Tamansari (YMT) atau manajemen lama, Sulhan Syafi’i mengaku, imbas ditutupnya sementara akibat konfliks dualisme tersebut, pihaknya kini mengalami kerugian hingga miliaran rupiah.
“Karena potensi tidak terambil, hilangnya banyak banget hampir Rp1,1 M (Miliar),” kata Aan sapaan akrabnya Selasa (19/8).
Baca Juga:Konflik Bandung Zoo Kembali Memuncak: Karyawan Tuntut Perlindungan dan Akses Merawat Satwa Yang KelaparanBPKHTL Wilayah XI Yogyakarta Ungkap Lahan Bandung Zoo Termasuk Kategori Area APL, Bukan Milik Pemkot Bandung
Selain potensi yang menghilang, dampak dari konflik tersebut juga, kata Aan telah menyebabkan banyaknya karyawan yang dibawah YMT dirumahkan.
Pasalnya menurut dia, dengan minimnya pemasukan akibat ditutup sementara, pihaknnya khawatir ke depan tidak dapat menggaji lagi.
“Kalau memang ini (konflik) berkepanjangan, kita belum tahu ke depannya. Tapi kita tetap berupaya untuk membuka ini (Bandung Zoo) secepat mungkin,” katanya.
Lebih lanjut agar hal ini dapat segera selesai, Aan berharap polemik yang menyebabkan ditutupnya sementara Bandung Zoo dapat segera berakhir.
“Kami berharap cepat dibuka lagi dan tetap buka karena kita juga butuh pemasukan untuk operasional,” ujarnya.
Opsional Satwa Dikhawatirkan Tidak akan Terpenuhi
Sementara itu, Kuasa hukum YMT dari manajemen lama, Jutek Bongso mengkhawatirkan operasional satwa di Bandung Zoo tidak akan terpenuhi akibat ditutup sementara.
Sebab kata Jutek, untuk operasional atau memberi makan satwa di Bandung Zoo, dapat mencapai hingga Rp400 juta dalam satu bulan.
“Sehingga bisa dibayangkan, jika itu ditutup setiap bulan, ini akan memperparah persoalan,” ucapnya.
Maka dari itu Jutek menuturkan, pihaknya akan terus mendorong dan melakukan berbagai upaya agar Kebun Binatang atau Bandung Zoo tersebut dapat segera dibuka kembali.
“Karena (kalau tetap ditutup) mungkin akan jadi masalah. Sehingga saya pikir, ini harus secepatnya ditanggulangi (diselesaikan),” imbuhnya.
Diketahui, ditutupnya sementara Kebun Bintang Bandung atau Bandung Zoo ini, akibat adanya konflik dualisme antara manajemen lama yang dipimpin Bisma Bratakoesoema dengan manajemen baru yang dipimpin langsung oleh Jhon Simampauw.
Jhon Simampauw menjelaskan, penutupan sementara terhdap Bandung Zoo ini dilakukan guna mengamankan aset milik Pemerintah Kota Bandung berdasarkan Berita Acara Penitipan Barang Bukti dari Kejaksaan Tinggi Jawa Barat (Kejati Jabar) atas adanya dugaan korupsi di Bandung Zoo.
