Ponpes Salafiyah Miftahul Jannah Belum Pernah Terima Dana Hibah
Hilmi Firdaus, Kepala Pendidikan Kesetaraan di ponpes tersebut, mengatakan bahwa sejak awal berdiri, pesantrennya belum pernah menerima bantuan hibah dari pemerintah provinsi.
“Dari awal mula ada dana hibah pun pesantren kami belum pernah dapat ya. Jadi kalau ada atau enggak ada pun kami enggak terlalu resah,” ujarnya saat dikonfirmasi, Sabtu (2/8/2025).
Menurut Hilmi, sikap pemerintah meniadakan hibah bisa jadi merupakan bentuk evaluasi atas beberapa kasus yang terjadi di masa lalu.
Baca Juga:Kota Kecil Berbudaya Besar, Cimahi Jadi Sorotan Dunia Lewat Konferensi Psikologi InternasionalCerita Kinanti, Gadis Kecil dari Leuwigajah yang Belajar Mandiri di SRMP 8 Cimahi
“Kalaupun itu kebijakan dari pemerintah untuk memberikan efek jera atau sedang proses pendataan dulu, saya sih ngikutin aja ya,” tambahnya.
Ponpes Salafiyah Miftahul Jannah saat ini menaungi sekitar 90 santri dari jenjang pendidikan setara SMP dan SMA. Operasional harian sebagian besar ditopang oleh donatur dan dana bantuan operasional sekolah (BOS) dari pemerintah pusat.
“Untuk operasional sehari-hari mah masih cukup aman lah. Meskipun, ya, tetap harus ada subsidi silang di sana-sini. Itu hal yang umum,” kata Hilmi.
Ia juga menyoroti pentingnya kebijakan bantuan yang proporsional. Menurutnya, selama ini masih ada ketimpangan dalam pendistribusian dana hibah kepada pesantren.
“Ada pesantren santrinya kurang dari 20 orang juga bisa dapat. Sementara kami yang punya kegiatan aktif, santri cukup banyak, malah enggak kebagian,” ungkapnya.
Hilmi berharap, jika kelak dana hibah kembali disalurkan, pemerintah bisa lebih selektif dan adil dalam menilai kelayakan lembaga penerima, berdasarkan eksistensi dan kontribusi pesantren tersebut terhadap masyarakat.
“Kalaupun nanti ada lagi, pemerintah harus bisa lebih bijaksana dan transparan. Idealnya semua pesantren diundang atau dilibatkan supaya prosedurnya jelas,” ujarnya.
Baca Juga:Wali Asuh Jadi Kunci Ketahanan Mental Siswa SRMP 8 CimahiCimahi Ganti Study Tour dengan Walking Tour, Ini 5 Lokasi yang Dikunjungi Siswa
Pihaknya mengaku selalu mengikuti aturan dan prosedur yang ditetapkan, termasuk soal perizinan dan administrasi.
“Kami enggak pernah main dalam-dalaman. Kalau harus ikut prosedur, ya kami ikuti. Karena ujung-ujungnya kalau tidak sesuai prosedur, dananya malah jadi tidak efisien,” tutupnya. (agi/san)
Reporter: Agni Ilman/Sandi Nugraha
