JABAR EKSPRES – Pemerintah Kota Cimahi mendorong program walking tour sebagai alternatif kegiatan luar kelas bagi pelajar, menggantikan study tour yang sebelumnya dilarang Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.
Program ini tak hanya menawarkan pengalaman edukatif, tapi juga diharapkan mampu mengangkat potensi wisata lokal, terutama yang sarat nilai sejarah dan budaya.
Walking tour Cimahi hadir sebagai alternatif study tour, kenalkan siswa pada sejarah kota sambil angkat potensi wisata lokal.
Baca Juga:Jelang HUT RI ke-80, Pedagang Bendera Merah Putih di Cibinong Keluhkan Sepinya Pembeli Wakil Komisi III Sependapat dengan Pembentukan Superholding BUMD
“Kalau kami tentunya menyambut baik dengan adanya walking tour yang dijalankan teman-teman Dinas Pendidikan. Tentunya harapannya bisa mengembangkan wisata lokal Kota Cimahi,” ujar Kepala Bidang Kebudayaan dan Pariwisata pada Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kota Cimahi, Lucky Sugih Mauludin, saat dikonfirmasi awak media, Sabtu (2/8/2025).
Menurut Lucky, Cimahi menyimpan banyak destinasi lokal bernuansa sejarah yang cocok dijadikan tujuan walking tour bagi para siswa.
Beberapa di antaranya yakni Gedung The Historich, Stasiun Cimahi, Rumah Sakit Dustira, hingga Kampung Adat Cireundeu.
Program ini juga sejalan dengan konsep heritage tourism yang pernah digagas Pemkot Cimahi.
Konsep tersebut menawarkan pengalaman wisata yang mengajak masyarakat melihat langsung peninggalan sejarah, termasuk jejak militer Belanda hingga perjuangan rakyat Cimahi dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia.
“Di Cimahi banyak tempat wisata yang penuh historis, bermanfaat bagi siswa untuk menambah pemahaman dan pengetahuan,” tambah Lucky.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Cimahi, Nana Suyatna, menyatakan bahwa walking tour adalah solusi cerdas dan hemat biaya bagi siswa agar tetap bisa belajar di luar kelas, tanpa membebani orang tua.
Baca Juga:Tragis! Seorang Pemuda 17 Tahun Meninggal Usai Ditusuk OTK di Cibiru, Diduga karena Motif AsmaraDisbudparpora Cimahi Lacak Jejak Kolonial, 50 Bangunan Bersejarah Menunggu Status Cagar Budaya
“Itu berkaitan dengan aktivitas di sekolah. Cimahi itu banyak bangunan-bangunan yang bersejarah, sehingga mereka semakin kenal, semakin cinta terhadap Kota Cimahi,” ujar Nana.
Ia menambahkan, dalam pelaksanaannya, program ini melibatkan pemandu wisata lokal agar para siswa dapat memperoleh informasi yang lebih mendalam mengenai tempat-tempat bersejarah tersebut.
“Sudah, sudah dari tahun kemarin. Tahun kemarin sudah kita jalankan. Antusias anak juga sangat bersemangat untuk mengikuti itu. Namun mungkin ada giliran, karena kan banyak satuan,” pungkasnya.
