Pelayanan Amburadul, Wali Kota Cimahi Ancam Evaluasi Manajemen RSUD Cibabat

Pelayanan Amburadul, Wali Kota Cimahi Ancam Evaluasi Manajemen RSUD Cibabat
Wali Kota Cimahi, Ngatiyana didampingi Direkur RSUD Cibabat saat meninjau pelayanan terhadap pasien cuci darah di RSUD Cibabat, Selasa (2/7). (Foto: Monk/Jabar Ekspres)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Pemerintahan Kota Cimahi memastikan akan melakukan audit menyeluruh terhadap RSUD Cibabat. Evaluasi ini mencakup pelayanan medis, manajemen internal, hingga kesejahteraan pegawai.

Wali Kota Cimahi, Ngatiyana, menyampaikan langsung hal ini saat memimpin apel khusus bersama jajaran tenaga medis di RSUD Cibabat, sebagai bentuk pembenahan terhadap pelayanan publik yang dianggap belum optimal.

“Saya menekankan kepada seluruh struktur organik RSUD Cibabat agar melaksanakan tugas dengan tulus dan ikhlas, memberikan pengabdian terbaik kepada masyarakat,” ujar Ngatiyana saat di temui di RSUD Cibabat, Rabu (2/7/2025).

Baca Juga:Kunjungan Wisatawan Mancanegara ke Kertajati Anjlok?DOB Cirebon Timur Tinggal Kesimpulan, Perluasan Cimahi Dibahas DPRD Jabar

Ngatiyana menegaskan bahwa seluruh ASN, termasuk tenaga medis di RSUD Cibabat, harus menjadikan Pancaprasta Korpri sebagai pedoman utama dalam bekerja.

Nilai-nilai ini, kata dia, menjadi napas ASN dalam menjalankan tugas, terutama dalam memberi pelayanan publik yang adil dan berkualitas.

“Sebagai ASN, kita wajib mengedepankan kepentingan umum daripada kepentingan pribadi atau golongan. Itu prinsip dasar pelayanan,” tegasnya.

Evaluasi menyeluruh terhadap RSUD Cibabat dianggap penting, mengingat besarnya anggaran BPJS yang terserap oleh rumah sakit-rumah sakit di Cimahi pada tahun 2024.

Ngatiyana menyebutkan, nilai klaim BPJS yang masuk ke rumah sakit di Cimahi, termasuk RSUD Cibabat, hampir menyentuh angka satu triliun rupiah.

Namun, tingginya anggaran tidak berbanding lurus dengan kualitas pelayanan yang diterima masyarakat. Oleh karena itu, pembenahan dilakukan agar RSUD Cibabat bisa meningkatkan mutu layanan dan manajemen rumah sakit.

“Kenapa pelayanannya belum maksimal? Harus ada sebab-akibat. Di sinilah pentingnya evaluasi,” kata Ngatiyana.

Baca Juga:Masabodo Krisis Karst Citatah, Suara Pengusaha Tambang Lebih Nyaring di Telinga DPRD KBBSoal Pengelolaan Kebun Binatang Bandung, Farhan: Kami Hanya Punya Asetnya

Ia menyebut bahwa evaluasi akan mencakup aspek manajemen, struktur organisasi, operasional, serta infrastruktur dan kesejahteraan pegawai.

Dalam arahannya, Ngatiyana juga menyinggung pentingnya rotasi personel di lingkungan rumah sakit. Ia menyatakan penyegaran pegawai menjadi bagian dari pembinaan karier (binkar), untuk menghindari kejenuhan dan menjaga semangat kerja.

“Setiap lima tahun idealnya sudah ada rotasi. Itu adalah bentuk pembinaan personel. Bahkan di bagian keuangan, seharusnya tiga tahun sudah bergeser,” ujar Ngatiyana.

Ia juga memberi ruang bagi pegawai yang merasa sudah tidak sanggup bekerja di RSUD Cibabat untuk mengajukan permohonan pindah atau pensiun dini.

0 Komentar