JABAR EKSPRES – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor bergerak cepat menangani tumpukan sampah yang menyumbat aliran Kali Baru di kawasan Jalan Raya Bogor–Jakarta, Cibinong.
Pemkab Bogor menurunkan alat berat untuk mengangkut sampah yang volumenya diperkirakan mencapai 50 hingga 60 truk.
Penanganan dilakukan pada Jumat (10/7) sebagai tindak lanjut atas laporan masyarakat sekaligus bagian dari upaya memperbaiki kebersihan dan penataan kawasan perkotaan.
Baca Juga:Jadi Sekda Kabupaten Tasikmalaya, Kurniawan Siap Kawal Target Pembangunan dan Sinergi BirokrasiUsai MCU Terintegrasi, Persebaya Lanjut Petakan Kondisi Pemain dengan Teknologi VALD Performance
Proses pembersihan diperkirakan berlangsung selama dua hingga tiga hari karena besarnya volume sampah yang menumpuk di aliran sungai.
Sekretaris Daerah Kabupaten Bogor memimpin langsung kegiatan tersebut bersama jajaran perangkat daerah, pemerintah kecamatan dan kelurahan, serta berkolaborasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum.
Selain membersihkan aliran Kali Baru, tim juga melakukan penataan koridor Jalan Raya Bogor–Jakarta melalui pengecatan kanstin, pengecatan trotoar, pembersihan sampah di sepanjang jalan, hingga perbaikan sejumlah titik trotoar yang belum tersambung.
Ajat menjelaskan, kegiatan tersebut merupakan implementasi arahan Bupati Bogor agar seluruh perangkat daerah bergerak bersama menciptakan kawasan perkotaan yang bersih, tertata, dan nyaman bagi masyarakat.
“Sejak pagi kami melakukan beautifikasi berupa pengecatan kanstin, pengecatan trotoar, serta pembersihan sampah di sepanjang Jalan Raya Bogor. Semua hal yang membuat koridor Jalan Raya Bogor kurang estetik kami tata agar menjadi lebih bersih, rapi, dan nyaman,” ujarnya, Minggu (12/7).
Saat melakukan peninjauan di lokasi, petugas menemukan sumbatan besar di aliran Kali Baru akibat tumpukan sampah yang menghambat aliran air. Kondisi tersebut dinilai berpotensi meningkatkan risiko banjir apabila tidak segera ditangani.
“Kami menemukan adanya sumbatan pada aliran Kali Baru akibat tumpukan sampah yang sangat banyak. Kami perkirakan diperlukan sekitar 50 hingga 60 truk untuk mengangkut seluruh sampah tersebut. Penanganannya akan kami lanjutkan selama dua sampai tiga hari ke depan,” jelasnya.
Baca Juga:Raih Medali Emas O2SN Jabar, Siswa SDN 5 Manonjaya Melaju ke NasionalCNG 3 Kg Siap Gantikan LPG, Benarkah?
Menurut Sekda, percepatan penanganan dilakukan melalui kolaborasi lintas sektor yang melibatkan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR), Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (DPKPP), pemerintah kecamatan, kelurahan, hingga Kementerian Pekerjaan Umum.
Ia menilai sinergi tersebut menjadi kunci dalam menyelesaikan persoalan lingkungan sekaligus meningkatkan kualitas ruang publik di Kabupaten Bogor.
