JABAR EKSPRES – Perpustakaan di Lapangan Gasibu dirobohkan buntut penataan. Catatan asetnya juga dihapus, diganti perpustakaan digital.
Penghapusan aset itu diungkapkan Sekda Jabar Herman Suryatman Minggu (12/7/2026). Ia menguraikan, Perpustakaan yang sebelumnya berdiri di sisi utara Lapangan Gasibu itu diintegrasikan.
“Kami adaptasikan dengan proses penataan Lapangan Gasibu yang terintegrasi dengan penataan halaman Gedung Sate,” terangnya.
Baca Juga:Jalan Diponegoro Gedung Sate Ditutup, Arus Dialihkan ke Jalan BaruPenataan Kawasan Gedung Sate-Lapangan Gasibu Ubah Skema Lalu Lintas, Pemkot Bandung Fokus pada Distribusi Arus
Ia melanjutkan, penataan sengaja dilakukan agar lebih selaras. “Ini untuk mendorong harmoni antara elemen alam dan elemen buatan, agar Lapangan Gasibu ke depan pasca-penataan lebih fungsional, lebih rapi, dan lebih indah,” katanya.
Herman menambahkan, dalam prosesnya tentu ada tahap penghapusan aset. Dan itu juga telah dilakukan. “Kami dapat sampaikan bahwa proses administrasi penghapusan barang milik daerahnya tentu kami proses terlebih dahulu dan sudah tuntas,” sambungnya.
Namun Herman juga menuturkan bahwa layanan literasi bakal tetap ada di Lapangan Gasibu. Konsepnya adalah digital dan mobile. “Kami konsisten dengan penyediaan fasilitasi literasi melalui perpustakaan yang insyaallah akan bertransformasi menjadi perpustakaan digital di satu sisi. Dan bagi warga masyarakat yang membutuhkan literasi manual, kami siapkan perpustakaan mobile,” Cetusnya.
Saat ini, proses penataan di depan Gedung Sate itu juga tengah berlangsung. Jalan Diponegoro depan Gedung Sate juga telah ditutup sementara.
Pantauan Jabar Ekspres, penutupan jalan itu dimulai Jumat (10/7). Secara jadwal akan ditutup sampai 7 September nanti.
Namun berkaitan dengan penutupan itu, Pemprov Jawa Barat telah membuat jalan alternatif, yaitu jalan yang baru dibangun di sisi timur dan utara lapangan Gasibu. (son)
