JABAR EKSPRES – Bodypack gempur pasar apparel Tanah Air termasuk Kota Bandung dengan inovasi baru di paruh musim 2026, yakni dengan produk material serat jagung. Targetnya 1000 pieces produk bisa laku terjual dalam beberapa bulan ke depan.
Berbahan dasar serat tanaman khususnya jagung, inovasi kali ini memadukan dengan bahan yang lebih ramah lingkungan.
“Setidaknya ada 37 persen bahan serat tanaman. Utamanya jagung,” terang Head of Brand Communication Bodypack, Ardhiansyah Putra Pratama, Minggu (12/7).
Baca Juga:Jadi Sekda Kabupaten Tasikmalaya, Kurniawan Siap Kawal Target Pembangunan dan Sinergi BirokrasiUsai MCU Terintegrasi, Persebaya Lanjut Petakan Kondisi Pemain dengan Teknologi VALD Performance
Pria yang akrab disapa Kang Kprl itu menjelaskan, inovasi dalam Seed Series itu mulai diluncurkan per 7 Juli ini. Harapannya, inovasi itu bisa mewarnai pasar apparel tanah air di paruh musim 2026 ini.
“Target kami tentu sold out. Setidaknya bisa 1.000 di beberapa bulan ke depan,” jelasnya.
Kang Kprl melanjutkan, inovasi kali ini juga terbilang unik. Karena memadukan bahan yang lebih ramah lingkungan, yakni serat tanaman yang dipadukan dengan bahan berkualitas lain. Sehingga produk yang dihasilkan bisa lebih berkualitas tapi tetap nyaman dipakai.
Serat tanaman khusus jagung sengaja dipilih karena memiliki beberapa keunggulan. Selain alasan kebaruan ternyata serat jagung ini bisa lebih tahan lama dalam mempertahankan siluet pakaian.
“Siluetnya lebih awet, warna juga tahan lama. Tapi tetap nyaman dipakai,” cetusnya.
Ia melanjutkan, material kali ini juga lebih ringan. Selain itu karakternya juga lebih tahan kusut, sehingga apparel ini sangat cocok bagi para urban workers atau pekerja urban.
“Mereka ini kan aktif, mobilitas tinggi. Berangkat pakai transportasi publik atau motoran. Nyampai kantor tetap rapi,” katanya.
Baca Juga:Raih Medali Emas O2SN Jabar, Siswa SDN 5 Manonjaya Melaju ke NasionalCNG 3 Kg Siap Gantikan LPG, Benarkah?
Kang Kprl mengakui bahwa penggunaan material tanaman itu juga meningkatkan ongkos produksi. Tapi pihaknya berupaya menyeimbangkan dengan bahan lain, sehingga harga jualnya tetap terjangkau. Setidaknya ada tiga jenis produk yang dibuat, yaitu jaket, vest, dan celana. (son)
