JABAR EKSPRES – Peringatan Hari Jadi ke-24 Kota Cimahi menjadi momentum refleksi dan pernyataan sikap tegas dari Wali Kota Cimahi, Ngatiyana.
Dalam upacara yang digelar di Lapangan Alun-Alun Kota Cimahi, Sabtu (21/6/2025), Ngatiyana menegaskan perayaan ini bukan sekadar seremoni, melainkan panggilan untuk menuntaskan berbagai isu strategis pembangunan yang masih menghambat kemajuan kota.
Menurut Ngatiyana, tema peringatan tahun ini yaitu ‘Kolaborasi Lintas Generasi’ mencerminkan semangat untuk membangun Kota Cimahi yang lebih maju, unggul, dan berkelanjutan.
Baca Juga:Dorong Penguatan Ekosistem Alumni ITB, Agung Aswamedha : Saatnya Bersatu untuk Bangsa15 Ribu Lapangan Kerja per Tahun? Pengamat Unpad: Pemkot Bandung Perlu Libatkan Industri
Tema ini dinilai relevan dengan karakteristik serta energi masyarakat Cimahi, sekaligus menjadi harapan besar di tengah tantangan nyata yang masih dihadapi kota berpenduduk sekitar 500 ribu jiwa itu.
“Masih banyak isu strategis yang harus kita hadapi dan membutuhkan kerja sama, kolaborasi, serta sinergi seluruh elemen masyarakat. Seperti kemiskinan ekstrem, pengangguran terbuka, penanganan stunting, dan banjir yang masih menjadi pekerjaan rumah kita bersama,” ujar Ngatiyana dihadapan hadirin.
Ia menegaskan, bersama wakilnya, Pemkot Cimahi telah menyusun lima prioritas pembangunan strategis yang akan menjadi arah pembangunan kota dalam lima tahun ke depan.
Ngatiyana menegaskan, prioritas tersebut mencakup peningkatan aksesibilitas dan pemerataan kualitas pendidikan, peningkatan derajat kesehatan masyarakat, serta pengembangan daya saing UMKM.
“Peningkatan kualitas infrastruktur dan lingkungan hidup dan peningkatan kesehatan sosial dan pemenuhan standar pelayanan minimal, terutama di sektor pendidikan, kesehatan, ketenteraman, ketertiban umum, kebencanaan, dan pelayanan publik dasar,” kata Ngatiyana.
Lebih lanjut, Ngatiyana menekankan keterbatasan sumber daya bukanlah alasan untuk stagnan. Justru, semangat kolaborasi lintas generasi menjadi modal sosial penting bagi Cimahi untuk melangkah lebih jauh dan lebih cepat.
“Apapun yang menjadi keterbatasan di Kota Cimahi, bukanlah halangan untuk membangun dan meningkatkan kesejahteraan warga Cimahi,” tegasnya.
Baca Juga:Sengketa Lahan SMANSA Bandung, BPN Ajukan Banding PutusanDrainase Mangkrak Bikin Warga Rancaekek Emosi, Spanduk Protes di Mana-Mana!
Dalam kesempatan tersebut, Ngatiyana juga mengangkat potensi unik Cimahi sebagai miniatur Indonesia, yang dihuni oleh beragam suku, etnis, dan agama.
Ia menyebutkan bahwa karakteristik geografis Cimahi yang kecil hanya tiga kecamatan serta keberadaan tangsi-tangsi militer yang mencakup 30% wilayah, menjadi tantangan sekaligus peluang besar.
“Cimahi adalah kota strategis dengan masyarakat yang kreatif. Ini dibuktikan dengan tumbuhnya industri kreatif digital yang kian berkembang di kota ini,” ucapnya.
