Dorong Penguatan Ekosistem Alumni ITB, Agung Aswamedha : Saatnya Bersatu untuk Bangsa

Dorong Penguatan Ekosistem Alumni ITB, Agung Aswamedha : Saatnya Bersatu untuk Bangsa
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Di tengah dinamika global yang penuh tantangan dan disrupsi teknologi yang mengguncang sektor tradisional, hingga krisis iklim dan ancaman bencana demografi di tanah air, Indonesia membutuhkan mitra-mitra strategis yang mampu bergerak cepat, adaptif, dan berpikir jauh ke depan.

Dalam konteks ini, Ikatan Alumni Institut Teknologi Bandung (IA-ITB) diyakini memegang peran sentral sebagai simpul kekuatan intelektual, jejaring profesional, serta motor penggerak inovasi dan kebijakan yang nyata serta berkelanjutan.

Gagasan yang mengemuka dalam sesi Hearing Nusantara bersama alumni ITB yang digelar pada Rabu (18/6) di Ruang Bromo, Lantai 5, Kantor Pelindo Regional 3, Surabaya.

Baca Juga:15 Ribu Lapangan Kerja per Tahun? Pengamat Unpad: Pemkot Bandung Perlu Libatkan IndustriSengketa Lahan SMANSA Bandung, BPN Ajukan Banding Putusan

Forum ini menjadi ruang dialog terbuka antara pengurus pusat, calon ketua umum, serta alumni dari berbagai lintas generasi dan latar belakang.

Salah satu figur yang mencuri perhatian dalam sesi tersebut ialah Agung Aswamedha selaku Direktur R&D Sangkuriang Internasional sekaligus alumni dari Fisika ITB angkatan 2002.

Dalam dialog tersebut, Agung tampil membawakan pemikiran segar dan menyentuh akar persoalan pengelolaan alumni.

“Alumni ITB bukan hanya komunitas nostalgia. Kita adalah mitra strategis negara. Saat dunia menghadapi disrupsi dan konflik, dan saat bangsa ini dihadapkan pada potensi bencana demografi, kita tidak bisa hanya berdiri di pinggir. Saatnya kita rapatkan barisan, satukan langkah, dan berkontribusi secara nyata menghadapi tantangan zaman,” ujarnya

Dalam pemaparannya, Agung menekankan pentingnya kolaborasi lintas angkatan dan wilayah alumni ITB, dengan menghadirkan tiga inisiatif strategis.

Inisiatif yang pertama, kata Agung yakni Ganesha Tower yang merupakan simbol kontribusi kolektif alumni dalam pembangunan fisik dan programatik berbasis inovasi.

Sementara yang kedua yaitu Ganesha HUB, Agung menyebut Platform digital yang mengorkestrasi potensi alumni dari seluruh penjuru nusantara, dinilai cukup penting.

Baca Juga:Drainase Mangkrak Bikin Warga Rancaekek Emosi, Spanduk Protes di Mana-Mana!Nama Bandung Barat Sulit Dibranding, DPRD Usul Ganti dengan Nama Ini

“Yang ke- 3 adalah Engagement Generasi Muda, ini merupakan program penguatan kapasitas dan daya saing alumni muda untuk menjawab tantangan bonus demografi menuju Indonesia Emas 2045,” ujarnya

Lebih lanjut, Agung menggarisbawahi bahwa IA-ITB harus mengambil posisi aktif sebagai policy shaper, bukan sekadar policy taker. Menurutnya, alumni ITB juga perlu terlibat langsung dalam perumusan kebijakan publik strategis, mulai dari teknologi hijau, pertahanan nasional, transformasi digital, hingga penanganan ketahanan pangan dan energi.

0 Komentar