Wali Kota Ngatiyana Soroti Sejumlah Masalah di Hari Jadi Cimahi ke-24

Wali Kota Ngatiyana Soroti Sejumlah Masalah di Hari Jadi Cimahi ke-24
Wali Kota Ngatiyana Soroti Sejumlah Masalah di Hari Jadi Cimahi ke-24
0 Komentar

Selama 24 tahun terakhir, lanjut Ngatiyana, masyarakat Cimahi menunjukkan kedewasaan dalam memahami arti pembangunan.

Masyarakat bukan lagi sekadar objek, tetapi telah menjadi subjek utama pembangunan, sejalan dengan paradigma baru yang berorientasi pada pemenuhan kebutuhan warga.

Ia menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan melalui skema kolaborasi pentahelix yang mencakup pemerintah, akademisi, dunia usaha, komunitas, dan media massa untuk menjaga stabilitas sosial dan mendukung program pembangunan secara berkelanjutan.

Baca Juga:Dorong Penguatan Ekosistem Alumni ITB, Agung Aswamedha : Saatnya Bersatu untuk Bangsa15 Ribu Lapangan Kerja per Tahun? Pengamat Unpad: Pemkot Bandung Perlu Libatkan Industri

“Komitmen bersama ini harus dijaga agar kondisi kota tetap kondusif, aman, dan nyaman, sehingga seluruh program pembangunan dapat berjalan optimal,” katanya.

Ngatiyana juga mengajak seluruh komponen masyarakat, termasuk jajaran instansi vertikal, akademisi, pelaku usaha, dan media, untuk bahu-membahu dalam menggerakkan seluruh potensi sumber daya.

Tujuannya adalah agar Cimahi menjadi daerah yang atraktif bagi usaha dan investasi, sekaligus mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah.

“Dengan meningkatkan kolaborasi dan daya saing, saya yakin Cimahi bisa menjadi kota yang unggul, agamis, nyaman, teladan, aman, dan produktif. Mari kita rapatkan barisan untuk menghadapi tantangan pembangunan di masa depan,” tutupnya. (Mong)

Laman:

1 2
0 Komentar