JABAR EKSPRES – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung hingga kini masih menggodok rencana penerapan jam masuk sekolah pukul 06.30 WIB.
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menegaskan bahwa kebijakan tersebut belum diputuskan dan masih dalam tahap kajian menyeluruh.
“Jam masuk pukul 06.30 itu belum final, masih dalam proses kajian. Kami belum mengambil keputusan apa pun,” ujar Farhan saat ditemui di Balai Kota Bandung, Jumat (6/6).
Baca Juga:10.000 Ibu Dapat Edukasi Gizi Anak Lewat Kolaborasi Alfamart dan SGM Eksplor, Targetkan 100 TitikHadapi Persaingan Ketat, Awi Sampurasun Farm Tawarkan Hewan Kurban Premium Bernilai Sosial
Menurut Farhan, evaluasi tengah dilakukan di berbagai kecamatan terkait efektivitas kebijakan jam masuk pagi.
Hasil sementara menunjukkan bahwa implementasi di lapangan belum berjalan dengan maksimal.
Di sisi lain, Pemkot Bandung juga memperketat pengawasan terhadap aktivitas malam hari yang melibatkan anak-anak usia sekolah.
Farhan menyoroti masih banyaknya anak yang berkeliaran hingga larut malam, khususnya di lingkungan tempat tinggal.
“Kalau di ruang publik sudah kami tertibkan. Tapi kalau anak-anak nongkrong di gang atau area pemukiman, itu sulit diawasi,” katanya.
Ia menegaskan bahwa keterlibatan orang tua, serta tokoh masyarakat seperti RT dan RW, sangat penting untuk menjaga anak-anak tetap berada di rumah pada malam hari.
Farhan berharap anak-anak sudah berada di rumah maksimal pukul 21.00 WIB.
“Tidak mungkin kami menurunkan petugas sampai ke dalam gang. Itu bukan langkah yang bijak. Maka, saya minta orang tua dan lingkungan ikut aktif menjaga,” tegasnya.
Baca Juga:Bertambah, Dua Anak Binturong Lahir di Bandung ZooDeadlock Mediasi Gugatan Lisa Mariana, Kuasa Hukum Ridwan Kamil: Bukan dari Pihak Kami
Menurut Farhan, keluarga merupakan benteng utama dalam melindungi anak dari pengaruh negatif.
Pemkot Bandung, menurutnya, ingin membangun kota yang aman dan ramah anak.
“Kami ingin Bandung menjadi kota yang aman bagi generasi muda. Tapi ini perlu kerja sama semua pihak, bukan hanya pemerintah,” ujarnya.
Sementara itu, mengenai wacana jam masuk sekolah lebih pagi, Farhan kembali menekankan bahwa belum ada keputusan final.
Pemerintah Kota ingin memastikan kebijakan yang diambil benar-benar bermanfaat bagi siswa, guru, dan orang tua.
“Kajian masih berlangsung. Kami tidak ingin terburu-buru, karena ini menyangkut banyak pihak,” pungkasnya. (Dam)
