JABAR EKSPRES – Menyambut Hari Raya Idul Adha 1446 H yang jatuh pada Jumat, 6 Juni 2025, para pedagang hewan qurban mulai ramai menawarkan dagangannya.
Salah satunya adalah Awi Sampurasun Farm, yang hadir dengan konsep berbeda karena menjual hewan qurban berkualitas premium sambil menyisipkan nilai sosial dalam setiap transaksi.
Dalam setiap pembelian hewan qurban, pembeli otomatis turut menyumbang untuk kas yatim/piatu asuhan Komunitas Awi Sampurasun.
Baca Juga:Bertambah, Dua Anak Binturong Lahir di Bandung ZooDeadlock Mediasi Gugatan Lisa Mariana, Kuasa Hukum Ridwan Kamil: Bukan dari Pihak Kami
Peternakan yang berlokasi di Jalan Leuwigajah, Cimahi Selatan ini menyediakan dua pilihan utama hewan qurban, yaitu sapi premium dengan harga mulai Rp30 juta, dan kambing premium seharga mulai dari Rp2,5 juta.
Semua hewan dipastikan dalam kondisi sehat dan memenuhi standar kelayakan untuk berqurban.
Salah satu pengelola lainnya, Abdul Gani (29), mengakui bahwa persaingan dalam penjualan hewan kurban tahun ini jauh lebih ketat dibandingkan tahun sebelumnya.
Menurutnya, kehadiran platform digital dan layanan qurban online menjadi tantangan tersendiri bagi penjual yang masih mengandalkan penjualan langsung.
“Jalau saya nggak menjual secara online langsung di tempat saja jadi kendalanya itu ya adanya pemesanan secara online saya kurang paham kalau soal online, paling via Whatsapp” katanya saat disambangi Jabar Ekspres, Rabu (4/6/25).
Gani juga mengeluhkan, adanya kurban kemasan seperti dari beberapa lembaga menawarkan produk olahan daging kurban dalam kemasan kaleng atau kotak, yang lebih praktis dan tahan lama.
“Misalnya, lembaga yang menjadikan qurban sebagai gerakan nasional yang melibatkan seluruh kantornya di Indonesia,” bebernya.
Baca Juga:Minta Dukungan KLH, Dua Kepala Daerah Bogor Raya Sejalan Urus Solusi Pengelolaan SampahJadi Tuan Rumah, Persib Belum Pastikan Venue Piala Presiden 2025
Kendati demikian, Awi Sampurasun Farm tetap optimistis menatap pasar hewan qurban meskipun kompetisi penjualan kian ketat. Hal itu diungkapkan langsung oleh Gani Rahman, pengelola peternakan yang berlokasi di Leuwigajah, Kota Cimahi.
“Memang tantangan utama tahun ini adalah persaingan harga dan kepercayaan konsumen,” ujarnya.
Menurut Gani, banyaknya penjual dadakan yang menawarkan harga murah tanpa jaminan kualitas menjadi perhatian tersendiri. Oleh karena itu, pihaknya lebih menekankan pada kualitas dan transparansi dalam setiap transaksi.
Tidak hanya itu, Awi Sampurasun Farm juga mengedepankan inovasi dalam pemasaran. Salah satu langkah yang mereka ambil adalah mengintegrasikan unsur sosial dalam penjualan.
