Sungai Cikijing Rancaekek Tercemar Air Limbah Pabrik, Pemerintah Perlu Lakukan Tindakan Tegas

Anak-anak saat berenang di aliran Sungai Cikijing di Kampung Babakan Jawa, Desa Bojongloa, Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung kondisinya sangat mengkhawatirkan tercemari oleh limbah tekstil. Foto Agi
Anak-anak saat berenang di aliran Sungai Cikijing di Kampung Babakan Jawa, Desa Bojongloa, Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung kondisinya sangat mengkhawatirkan tercemari oleh limbah tekstil. Foto Agi
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Aktivitas pabrik yang membuang limbah produksi ke aliran sungai, masih kerap terjadi di sejumlah daerah termasuk wilayah Kabupaten Bandung khususnya di bagian Timur.

Bandung Timur sudah cukup dikenal sebagai kawasan industri. Bagaimana tidak, sejumlah perusahaan swasta telah mendirikan pabrik mulai dari produksi tekstil, makanan hingga minuman.

Terkait keberadaan pabrik yang ada di Bandung Timur, buangan limbah produksi masih perlu jadi perhatian. Pasalnya, dampak aroma tak sedap hingga kualitas air yang buruk, menjadi keluhan masyarakat.

Baca Juga:Soal Mobil Dinas Ditilang karna Gunakan Plat Nomor Hitam, Bappenda Kabupaten Bogor Buka Suara!Dedie Rachim Pastikan Layanan Transjakarta Bakal Tembus ke Wilayah Kota Bogor

Koordinator Forum Komunikasi Kader Konservasi Indonesia (FK3I) Pusat, Dedi Kurniawan mengatakan, Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) perlu dimiliki perusahaan, lalu harus diaktifkan setiap pabrik melakukan produksi.

“Kalau mengenai IPAL, terkait air limbah ini mereka (pabrik) punya instalasinya tapi sengaja tidak dipakai,” katanya kepada Jabar Ekspres melalui seluler belum lama ini.

Dedi menerangkan, praktik pembuangan air limbah bekas produksi ke aliran sungai, kerap dilakukan pabrik dengan tujuan menekan biaya operasional.

“Asumsi mereka jika pakai IPAL maka (cost/pengeluaran) jadi mahal,” terangnya.

Diketahui, dampak dari buruknya limbah bekas produksi yang dibuang ke aliran sungai, kondisinya terjadi di Sungai Cikijing, wilayah Kampung Babakan Jawa, Desa Bojongloa, Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung.

Melalui pantauan lapangan, akibat terkontaminasi limbah pabrik, kondisi Sungai Cikijing kualitas airnya sangat mengkhawatirkan.

Kini aliran air sungai tersebut mulai tercemar oleh limbah tekstil pabrik, bahkan sangat dikeluhkan oleh warga yang berada di sekitaran sungai.

Baca Juga:27 Tahun Reformasi, Komite 21 Mei Serukan Lawan Kebangkitan Orde BaruProyek Perumahan di Desa Mekarbakti Diduga Belum Kantongi Izin, Satpol PP Sumedang Lakukan Pemeriksaan

Air sungai yang dulunya bersih, kini berubah menjadi hitam, berbau menyengat, dan membahayakan kesehatan.

Bahkan beberapa anak juga terlihat berenang di aliran sungai tersebut, padahal mereka semua tau jika air tersebut bisa membahayakan kesehatan mereka.

Dedi mengungkapkan, cemaran lingkungan kian parah dengan tidak adanya pengawasan ketat dan tindakan yang tegas oleh pemerintah.

Menurutnya, dokumen perizinan terkait produksi, perlu diperhatikan juga pengolahan limbahnya, sebab tak jarang perusahaan sengaja melaporkan bahwa operasionalnya menggunakan IPAL, tapi praktik di lapangannya justru bertolak belakang.

0 Komentar