“Ketika misalnya ada industri yang harusnya pakai IPAL, tapi justru gak pakai IPAL. Kemudian ada yang punya IPAL tapi tidak difungsikan IPAL nya, jadi percuma saja sebetulnya,” ungkap Dedi.
Dia menilai, pemerintah perlu mengambil langkah serius guna cemaran lingkungan tak semakin parah.
Dedi mengakui, penindakan cukup sulit dilakukan, sebab kerap dibenturkan dengan kondisi karyawan yang terancam tak bisa bekerja, karena operasional pabriknya ditutup.
Baca Juga:Soal Mobil Dinas Ditilang karna Gunakan Plat Nomor Hitam, Bappenda Kabupaten Bogor Buka Suara!Dedie Rachim Pastikan Layanan Transjakarta Bakal Tembus ke Wilayah Kota Bogor
“Kita sering kali dibenturkan dengan pekerja yang ada di sana, kalau misalkan pabrik ditutup maka masyarakat akan kehilangan pekerjaan sebanyak ratusan orang,” bebernya.
“Hal-hal tersebut juga sering dijadikan bemper oleh perusahaan, padahal kewajiban pengusaha terhadap pekerjanya juga kadang tidak sesuai dengan undang-undang,” tukas Dedi.
Sementara itu, salah seorang warga terdampak cemaran limbah pabrik di Rancaekek, Yuni Wahyuni (36) menuturkan, jika aliran Sungai Cikijing tercemar semenjak adanya pembangunan industri di wilayah tersebut.
“Memang yang ditakutkan itu air dalam keadaan besar dan hitam dari limbah pabrik,” tuturnya.
Yuli menambahkan jika limbah yang mencemari sungai ini sangat berdampak terhadap lingkungan dan juga kesehatan warga yang berada di aliran sungai.
Menurutnya, banyak warga yang mengalami gatal-gatal hingga batuk akibat terkena air dari sungai yang tercemari ini.
“Biasanya menyebabkan batuk-batuk, gatal ke kulit, dan itu yang dikhawatirkan warga. Terus limbah juga mencemari ke rumah warga. Lama kelamaan menjadi hitam dan bau,” imbuh Yuli.
Baca Juga:27 Tahun Reformasi, Komite 21 Mei Serukan Lawan Kebangkitan Orde BaruProyek Perumahan di Desa Mekarbakti Diduga Belum Kantongi Izin, Satpol PP Sumedang Lakukan Pemeriksaan
“Nenek saya sendiri sempat meninggal tahun 2000 kejebur ke kolam pinggir rumah. Terus isinya kan ada limbah juga, jadi kena paru-paru dan meninggal,” lanjutnya.
Yuli berharapa, agar pemerintah dan pihak terkait dapat segera mengatasi pencemaran sungai karena terkontaminasi limbah pabrik, supaya warga bisa kembali menikmati air bersih dan lingkungan yang sehat.
