JABAR EKSPRES – Dugaan malpraktik terjadi di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Majalaya, Kabupaten Bandung, setelah seorang anak diduga dijahit dengan batu kerikil yang masih tertinggal di dalam luka di bagian dahi.
Kejadian ini sempat viral di media sosial dan mendapat berbagai tanggapan dari warganet. Melalui unggahan di akun Facebook Nevii Dumdum, keluarga korban mengungkapkan kekecewaannya terhadap pihak rumah sakit.
Dalam unggahan tersebut, orang tua pasien menyebut anaknya mengalami kecelakaan dan harus dijahit di bagian dahi. Namun, mereka menyayangkan karena diduga terdapat batu kerikil cukup besar yang ikut terjahit bersama luka.
Baca Juga:Gula Rafinasi Penggerak Ekonomi Langensari, Dinkes Banjar Pastikan Keselamatan Konsumen Tetap Prioritas UtamaJatah Ritase Angkut Sampah Bandung Barat Sedikit, Pemprov Jabar Tak Adil!
Akan tetapi, akun tersebut sudah menghapus postingan dugaan malpraktik yang terjadi di RSUD Majalaya pada Senin (5/5). Pihak keluarga pun belum bisa memberikan tanggapan hingga berita ini ditulis.
Agus menjelaskan bahwa kejadian yang menimpa anak tersebut terjadi sekitar 10 hari lalu, dan diduga akibat terjatuh dari kendaraan. “Kejadiannya itu sekitar 10 hari ke belakang. Bisa tanggal pastinya saya lupa ya. Katanya jatuh dari kendaraan kalau nggak salah ya,” jelasnya.
Terkait adanya dugaan malpraktik, menurut Agus, dalam kondisi kegawatdaruratan, prioritas utama yakmi keselamatan pasien. Pihaknya juga mempertimbangkan risiko pengambilan benda asing tersebut, karena dikhawatirkan dapat menimbulkan perdarahan atau membahayakan organ dalam.
“Itu kalau misalnya waktu itu dipaksakan diambil, khawatir mengganggu organ dalam yang ada di belakang, seperti mungkin ke pendarahan atau apa. Tapi saat itu juga sudah disampaikan ke keluarganya bahwa barang itu aman dan akan keluar sendiri,” jelasnya.
