Program Makmur Sejahterakan Petani Nagreg, Bangun Ekosistem hingga Katrol Panen Jagung

SUBUR : Petani Nagreg Ayep Saepudin saat memupuk tanaman jagungnya menggunakan Pupuk NPK dan Urea, Minggu (29/12/2024).(Hendrik Muchlison)
SUBUR : Petani Nagreg Ayep Saepudin saat memupuk tanaman jagungnya menggunakan Pupuk NPK dan Urea, Minggu (29/12/2024).(Hendrik Muchlison)
0 Komentar

Koperasi membantu penyediaan benih yang dibutuhkan petani. Tentu dengan harga lebih miring. Selain itu juga tempat membeli pupuk. Tapi memang khusus pupuk non subsidi. Pupuk itu tersedia bagi petani yang membutuhkan pupuk lebih di luar pupuk subsidi.

Yang menarik adalah membantu menyerap hasil panen dari petani. Hasil panen yang terkumpul itu juga langsung dikirim ke perusahaan. Koperasi bisa menyambungkan kebutuhan petani dengan perusahaan. Pun sebaliknya, membantu perusahaan dalam penyerapan hasil panen petani. Hasil panen petani akan disambungkan langsung ke perusahan-perusahaan besar di Jabar. Misalnya perusahan pakan ternak yang memang membutuhkan pasokan jagung.

Petani Nagrek, Yadi Supriadi mengakui peran dan kehadiran dari koperasi itu. Misalnya soal penyerapan hasil panen, sebelumnya petani sangat tergantung tengkulak. Harga beli dari tengkulak kadang mengecewakan. Tapi petani tidak ada pilihan lain. “Kalau di tengkulak kan harga terserah mereka, kalo koperasi harganya jelas,” bebernya.

Baca Juga:Perkuat Kolaborasi, DPRD dan Pemkot Bogor Rumuskan Solusi Layanan BiskitaKantor SAR Bandung Mencatat Operasi Penyelamatan 2024 Menurun, Kecelakaan Didominasi di Perairan

Yadi melanjutkan, selain harganya jelas, nilai harga di koperasi juga bersaing. Sehingga bisa memotong monopoli yang dilakukan tengkulak. “Selisihnya itu bisa Rp 200 – 300 per kilogram,” ucapnya.

Ayep Saepudin menambahkan, keunggulan lain yang mendukung ekosistem pertanian di Nagrek adalah para petaninya kompak. Meraka aktif tergabung dalam kelompok tani atau gapoktan. “Dulu kami (petani.red) masih sendiri-sendiri. Sekarang sudah ada 17 kelompok tani,” bebernya.

Ayep melanjutkan, kelompok tani itu cukup aktif. Sehingga sangat membantu dalam berbagai kebutuhan petani. Contohnya adalah kebutuhan mengenai pupuk subsidi.

Untuk mendapatkan pupuk subsidi, petani perlu melakukan berbagai langkah. Mulai dari tetib dalam hal pelaporan luas lahan melalui RDKK hingga penebusan pupuk subsidi ke distributor resmi. “Koordinasi di kelompok itu baik. Jadi waktunya RDKK bisa cepat sampaikan update luas lahan yang kemudian diteruskan ke dinas melalui penyuluh,” katanya.

0 Komentar