Kantor SAR Bandung Mencatat Operasi Penyelamatan 2024 Menurun, Kecelakaan Didominasi di Perairan

Kepala Kantor SAR (Kakansar) Bandung, Herry Marantika di ruang kerjanya. (Jabar Ekspres)
Kepala Kantor SAR (Kakansar) Bandung, Herry Marantika di ruang kerjanya. (Jabar Ekspres)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Basarnas Kantor SAR Bandung mencatat bahwa data kasus yang telah ditangani alias proses penyelamatan selama 2024 mengalami penurunan secara presentase dibandingkan dengan 2023.

Kepala Kantor SAR (Kakansar) Bandung, Herry Marantika mengatakan, jumlah operasi penyelamatan tersebut dilihat secara keseluruhan kasus sesuai laporan serta pelaksanaan yang dilakukan.

Adapun untuk 2024, secara presentase keseluruhan pihak Basarnas Kantor SAR Bandung mencatat ada sebanyak 90 kali operasi penyelamatan.

Baca Juga:Antisipasi Virus HMPV, Dinkes Cimahi Imbau Warga Terapkan Pola Hidup Bersih dan SehatPemkot Sebut Distribusi Makan Bergizi Gratis ke Setiap Sekolah Disesuaikan dengan Radius Dapur Sehat

“Memang kalau didominasi operasi penyelamatan itu kecelakaan di perairan, sebagian akibat bencana alam dan sebagian lagi terjadi di transportasi,” terangnya.

Kakansar Bandung menyebutkan, untuk operasi penyelamatan selain di perairan, tepatnya akibat bencana alam atau transportasi juga cukup jadi perhatian.

“Cianjur Selatan termasuk daerah rawan banjir dan longsor, termasuk Sumedang. Kalau di Garut selain banjir dan longsor juga ada rawan gempa,” ungkapnya.

“Sebanyak 60 persen ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, 20 persen ditemukan dengan kondisi selamat dan sisanya (20 persen lagi) dinyatakan hilang,” jelasnya.

0 Komentar