Produktifkan Lahan Tekan Pengeluaran

Ayep bisa dibilang petani yang tekun. Ia juga mengatur sejumlah siasat agar perekonomian keluargannya tetap bertahan dengan pekerjaan utamanya sebagai petani. Salah satunya dengan mengoptimalkan lahan yang dimiliki.
Hampir tidak ada sejengkal lahan milik Ayep yang tidak produktif. Termasuk pekarangan di sekitar rumahnya. Lahan-lahan itu diolah untuk mencukupi berbagai kebutuhan sehari-hari.
Di depan rumah Ayep tumbuh subur berbagai tanaman yang biasa untuk keperluan dapur. Seperti cabai, daun jeruh, ataupun berbagai bumbu dapur lain. Di sudut pekarangan lain, Ayep juga membuat kolam ikan. Termasuk kandang ayam. “Untuk bumbu tinggal petik, lauknya kalau memang tidak ada uang tinggal ambil dari ternak. Menekan pengeluaran sehari-hari untuk dapur lah,” candanya.
Program Makmur Bangun Ekosistem, Produksi Meningkat

Baca Juga:Perkuat Kolaborasi, DPRD dan Pemkot Bogor Rumuskan Solusi Layanan BiskitaKantor SAR Bandung Mencatat Operasi Penyelamatan 2024 Menurun, Kecelakaan Didominasi di Perairan
Suntikan lain yang ikut meningkatkan produktivitas jagung Ayep dan petani lain di Nagreg adalah hadirnya Program Makmur dari Pupuk Indonesia. Program itu cukup membantu petani dalam berbagai teknik perawatan tanaman hingga mendongkrak hasil panen.
Sebelum ada Program Makmur, Ayep dan petani lain cenderung otodidak atau modal insting dan pengalaman dalam mengolah sawahnya. Dengan hadirnya Program Makmur, petani banyak mendapat ilmu. Sehingga lebih mengoptimalkan produksi jagungnya.
Agronomis PT Pupuk Kujang Wahyu Hidayat, Program Makmur mulai dimasifkan dan masuk ke petani di Jabar sejak 2021. “Program itu membangun ekosistem produktif di tingkat petani. Menyambungkan ekosistem pertanian dari hulu hingga ke hilir,” katanya, Selasa (17/12/2024).
