Program Makmur Sejahterakan Petani Nagreg, Bangun Ekosistem hingga Katrol Panen Jagung

SUBUR : Petani Nagreg Ayep Saepudin saat memupuk tanaman jagungnya menggunakan Pupuk NPK dan Urea, Minggu (29/12/2024).(Hendrik Muchlison)
SUBUR : Petani Nagreg Ayep Saepudin saat memupuk tanaman jagungnya menggunakan Pupuk NPK dan Urea, Minggu (29/12/2024).(Hendrik Muchlison)
0 Komentar

Secara konsep, Program Makmur merupakan upaya pendampingan intensif kepada para petani dengan sistem berkelanjutan. Program itu menyasar pada sisi on farm maupun off farm.

Saat on farm, petani dapat pendampingan mulai dari analisis tanah, pemupukan hingga rekomendasi benih. Program berlanjut hingga penyediaan akses pupuk, benih hingga berbagai sarana produksi pertanian (saprodi) lain.

Pada saat pendampingan di 2021 lalu misalnya, tim dari Pupuk Kujang maupun Pupuk Indonesia datang langsung ke Nagreg. Mereka mendampingi para petani. Ilmu mengenai komposisi pupuk, pemilihan bibit, hingga soal analisis tanah ditularkan secara langsung.

Baca Juga:Perkuat Kolaborasi, DPRD dan Pemkot Bogor Rumuskan Solusi Layanan BiskitaKantor SAR Bandung Mencatat Operasi Penyelamatan 2024 Menurun, Kecelakaan Didominasi di Perairan

Sementara itu, Ayep juga mengakui turut merasakan dampak positif dari program tersebut. Saat itu pihaknya mengikuti betul pelatihan dan pendampingan tim dari Pupuk Indonesia yang terjun ke wilayahnya.

Ia mendapatkan bekal mengenai pemilihan benih, hingga mekanisme pemupukan yang tepat untuk jagung. Termasuk manfaat dari analisis tanah yang telah dilakukan tim. “Program itu sangat membantu,” cetusnya.

Ayep menceritakan, sebelum ada program itu pihaknya cenderung asal-asalan dalam memupuk jagung yang ditanam, modalnya hanya insting dan pengalaman. Ternyata itu kurang tepat dan membuat boros pupuk.

0 Komentar