Program Makmur Sejahterakan Petani Nagreg, Bangun Ekosistem hingga Katrol Panen Jagung

SUBUR : Petani Nagreg Ayep Saepudin saat memupuk tanaman jagungnya menggunakan Pupuk NPK dan Urea, Minggu (29/12/2024).(Hendrik Muchlison)
SUBUR : Petani Nagreg Ayep Saepudin saat memupuk tanaman jagungnya menggunakan Pupuk NPK dan Urea, Minggu (29/12/2024).(Hendrik Muchlison)
0 Komentar

Borosnya pupuk itu tentu merugikan petani. Karena harus keluar uang banyak untuk beli pupuk.“Asal pupuk saja tanpa takaran. Mikirnya biar subur, di pupuk terus. Ternyat itu tidak baik juga,” ucapnya.

Ekosistem Didukung Kelompok Tani dan Koperasi yang Aktif

Faktor pendukung lainnya yang ikut mendongkrak kemakmuran petani di Nagreg adalah hadirnya koperasi maupun kelompok tani yang cukup aktif. Koperasi itu adalah Koperasi Sinar Jagung Priangan.

Koperasi itu ada di Desa Citaman, Kecamatan Nagreg, Kabupaten Bandung. Kantornya tepat di pinggir jalan utama Nagreg itu. Koperasi yang dibangun masyarakat dan hasil kolaborasi juga dengan Pupuk Indonesia.

Baca Juga:Perkuat Kolaborasi, DPRD dan Pemkot Bogor Rumuskan Solusi Layanan BiskitaKantor SAR Bandung Mencatat Operasi Penyelamatan 2024 Menurun, Kecelakaan Didominasi di Perairan

Manajer Koperasi, Ari Jamaludin menceritakan, koperasi itu berdiri sejak 2020 lalu. “Tapi efektifnya pada 2021,” jelasnya kepada Jabar Ekspres, Selasa (17/12).

Ari melanjutkan, koperasi itu memang berdiri di Kecamatan Nagreg tapi cakupan wilayahnya adalah se Kabupaten Bandung. Walaupun memang belum seluruh wilayah atau kecamatan.

Ari melanjutkan, koperasi itu bisa menjadi tempat rujukan berbagai kebutuhan petani. Mulai dari kebutuhan sarana pertanian, benih, pupuk, hingga membeli hasil panen petani.

0 Komentar