Bandung Belum Tetapkan Status Darurat Kekeringan, Farhan Pastikan Distribusi Air Bersih Terus Berjalan

Warga membeli air bersih dari tetangannya di Jatayu, Bandung, Jumat (26/6/2026). Warga Jatayu, Kota Bandung me
Warga membeli air bersih dari tetangannya di Jatayu, Bandung, Jumat (26/6/2026). Warga Jatayu, Kota Bandung mengalami kesulitan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari saat musim kemarau dalam satu bulan terakhir yang membuat warga terpaksa membeli air bersih dari tetangganya dengan harga Rp10.000 per gerobak atau delapan buah jerigen. Foto: Dimas Rachmatsyah / Jabar Ekspres
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung memastikan hingga akhir Juli 2026 belum menetapkan status darurat kekeringan meski sejumlah wilayah mulai terdampak musim kemarau.

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menyebut kondisi saat ini masih terkendali berkat pemantauan rutin dan penyaluran bantuan air bersih kepada masyarakat yang membutuhkan.

Farhan mengatakan kawasan Bandung bagian timur masih menjadi wilayah yang paling rentan mengalami kekeringan, sebagaimana terjadi pada tahun sebelumnya. Namun, menurutnya, kebutuhan air warga sejauh ini masih dapat dipenuhi melalui distribusi tangki air.

Baca Juga:24th Annual National Summer Classic 2026: Tim Putri DBL All-Star Juara, Putra Peringkat TigaMilangkala ke-394 Kabupaten Tasikmalaya Hadirkan Puluhan Agenda, Puncak Perayaan Digelar 24–26 Juli 2026

“Hingga saat ini belum ada laporan kondisi darurat akibat kekeringan. Pengiriman bantuan air bersih terus dilakukan, bahkan hampir setiap hari setidaknya satu tangki air disalurkan ke salah satu RW yang membutuhkan,” ujar Farhan di Balai Kota Bandung, Senin (27/7/2026).

Ia menjelaskan, selain distribusi air bersih, pemerintah juga terus memperkuat penyediaan Sarana Air Bersih (SAB) melalui kolaborasi dengan berbagai pihak. Salah satunya dukungan dari TNI Angkatan Darat yang turut membantu penyediaan fasilitas tersebut.

“Seluruh kebutuhan masyarakat masih dapat dipenuhi. Untuk penyediaan SAB, kami juga mendapat dukungan dari TNI AD sehingga jumlah fasilitas yang tersedia dinilai mencukupi,” katanya.

Farhan menambahkan, distribusi tangki air bersih berasal dari Perumda Tirtawening Kota Bandung. Sementara itu, pembangunan maupun penyediaan SAB didukung oleh berbagai sumber pendanaan serta kerja sama lintas instansi.

Menurutnya, sinergi antarlembaga tersebut menjadi faktor penting dalam memastikan layanan air bersih tetap berjalan selama musim kemarau.

“Distribusi tangki air ditangani oleh Perumda Tirtawening, sedangkan SAB berasal dari berbagai sumber pendanaan. Semua program berjalan dengan baik dan terus kami optimalkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat,” pungkasnya. (Dam)

0 Komentar