Balsa Sekulic, Potongan Terakhir di Puzzle Lini Depan Persib

Pemain Persib Bandung Balsa Sekulic mengikuti latihan di lapang pendamping GBLA, Gedebage, Kota Bandung, Senin
Pemain Persib Bandung Balsa Sekulic mengikuti latihan di lapang pendamping GBLA, Gedebage, Kota Bandung, Senin (27/7/2026). Tim asuhan Igor Tolic akan menjalani laga melawan tim DPMM FC pada turnamen Piala Presiden Elite 2026 di Stadion Si Jalak Harupat. Foto: Dimas Rachmatsyah / Jabar Ekspres
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Ada satu momen yang langsung menarik perhatian pada laga debut Balsa Sekulic bersama Persib Bandung di Piala Presiden. Bukan gol, bukan pula selebrasi. Melainkan sentuhan pertamanya ketika menerima bola membelakangi gawang.

Dalam satu kontrol yang tenang, ia mematikan laju bola, melindunginya dari kawalan bek, lalu mengalirkannya kepada rekan setim yang datang dari lini kedua.

Mungkin terlihat sederhana. Namun, bagi seorang striker, aksi seperti itu adalah “bahasa” yang menunjukkan kualitas.

Baca Juga:24th Annual National Summer Classic 2026: Tim Putri DBL All-Star Juara, Putra Peringkat TigaMilangkala ke-394 Kabupaten Tasikmalaya Hadirkan Puluhan Agenda, Puncak Perayaan Digelar 24–26 Juli 2026

Persib tampaknya tidak sekadar mendapatkan penyerang baru. Maung Bandung seperti menemukan sosok nomor sembilan modern yang selama beberapa musim terakhir mereka cari.

Sekulic datang dengan paket yang lengkap.

Posturnya ideal untuk duel udara. Namun, jangan salah mengira ia hanya mengandalkan kekuatan fisik. Penyerang asal Eropa itu justru memperlihatkan first touch yang halus, kemampuan mengontrol bola di ruang sempit, hingga kecerdasan memilih posisi sebelum menerima umpan.

Di era sepak bola modern, striker tidak lagi hanya diukur dari jumlah gol. Mereka juga dituntut menjadi titik awal serangan. Di sinilah nilai lebih Balsa mulai terlihat.

Ia mampu menjadi pemantul bola (wall player) yang efektif. Ketika Persib membangun serangan secara langsung, Balsa dapat menahan bola di tengah tekanan lawan, menunggu dukungan dari gelandang maupun winger sebelum mengembalikan bola ke ruang yang tepat.

Kemampuan seperti ini memberi dimensi baru bagi permainan Persib.

Musim lalu, tidak jarang lini depan Persib kesulitan mempertahankan penguasaan bola ketika mendapat tekanan tinggi. Bola kerap kembali jatuh ke kaki lawan karena tidak ada target man yang mampu mengamankan umpan panjang.

Kehadiran Balsa menawarkan solusi.

Setiap kali bola diarahkan kepadanya, Persib memiliki waktu tambahan beberapa detik untuk menaikkan garis permainan. Bek bisa ikut naik, gelandang mendapat ruang, sementara pemain sayap dapat melakukan overlap tanpa terburu-buru.

Efeknya mungkin tidak langsung terlihat dalam statistik. Namun, dampaknya terasa terhadap ritme permainan tim.

Baca Juga:Pemkab Tasikmalaya Ajak Semua Elemen Wujudkan Zero Stunting, Tekankan Pencegahan Agar Tak Ada Kasus BaruSPP Sekolah Negeri Hanya Fatamorgana, Jabar Mampu Gratiskan Hingga Swasta!

Yang lebih menarik lagi adalah naluri mencetak gol yang dimiliki striker berusia 28 tahun tersebut.

0 Komentar