JABAR EKSPRES – Sebuah video yang memperlihatkan keributan usai kecelakaan tunggal di Kecamatan Bojonggambir, Kabupaten Tasikmalaya, viral di media sosial. Dalam rekaman tersebut tampak seorang pria menjadi sasaran amukan warga setelah mobil pikap yang dikendarainya terjun ke kebun teh pada Minggu (26/7/2026).
Peristiwa itu terjadi di Kampung Kopeng, Desa Pedangkamulyan. Pengemudi diketahui bernama Cucu Yusup (42), warga Kampung Sindangkasih, Desa Singasari, Kecamatan Taraju.
Berdasarkan hasil penyelidikan kepolisian, kecelakaan bermula saat mobil pikap melaju dari arah Bojonggambir menuju Culamega. Saat melintasi lokasi kejadian, kendaraan tiba-tiba kehilangan kendali hingga keluar dari badan jalan dan masuk ke kebun teh dengan kedalaman sekitar lima meter.
Baca Juga:Kecelakaan Beruntun Terjadi di Kawalu, Pengemudi Fortuner Diduga Masih Remaja Bawah UmurKecelakaan Beruntun Dekat Pelintasan Rel Bondes, 6 Kendaraan Rusak
Kapolsek Bojonggambir, IPTU Agus Sukmana, mengatakan hasil penanganan di lapangan mengarah pada dugaan bahwa pengemudi berada dalam kondisi tidak normal akibat mengonsumsi obat batuk secara berlebihan.
“Diduga pengemudi mengonsumsi obat batuk jenis tertentu secara berlebihan sehingga kehilangan konsentrasi dan kendali saat mengemudikan kendaraan,” ujar Agus, Senin (27/7/2026).
Situasi di lokasi sempat memanas setelah pengemudi keluar dari kendaraan. Bukannya meminta pertolongan, ia justru bertindak agresif dengan mencoba menghentikan pengendara yang melintas untuk mengambil kendaraan mereka, serta melempar batu ke arah warga.
Perilaku tersebut membuat warga mengira pria itu merupakan pelaku pembegalan yang sedang melarikan diri. Dugaan itu memicu aksi pemukulan terhadap pengemudi sebelum akhirnya aparat kepolisian tiba dan mengamankan situasi.
Untuk mengendalikan kondisi di lokasi, Polsek Bojonggambir menerjunkan tiga personel piket bersama aparat pemerintah desa setempat guna mengamankan lokasi sekaligus melakukan penanganan awal.
Setelah melakukan olah tempat kejadian perkara dan memeriksa sejumlah saksi, polisi memastikan insiden tersebut merupakan kecelakaan tunggal dan tidak berkaitan dengan tindak kriminal.
“Kami pastikan kejadian ini bukan pembegalan maupun pencurian dengan kekerasan. Kami mengimbau masyarakat agar tidak mudah mempercayai atau menyebarkan informasi yang belum dipastikan kebenarannya hanya berdasarkan potongan video yang beredar,” tegas IPTU Agus Sukmana.
Baca Juga:Masyarakat Berhak Gugat Pemkot Bandung atas Kecelakaan Akibat Infrastruktur BermasalahDiduga Gagal Jaga Jarak Aman, Kecelakaan Beruntun Libatkan Enam Kendaraan di Jalan Sholeh Iskandar Bogor
Polisi juga mengingatkan masyarakat agar tidak terpancing informasi yang belum terverifikasi di media sosial dan menyerahkan sepenuhnya proses penanganan setiap peristiwa kepada aparat berwenang. (Hendi)
