Jelang Akhir Tahun Harga Cabai di Bandung Tak Kunjung Turun

Pedagang sayur di pasar Kiaracondong, Deffa Hudzaifa, Rabu (29/11)
Pedagang sayur di pasar Kiaracondong, Deffa Hudzaifa, Rabu (29/11)
0 Komentar

JABAR EKSPRES  – Menjelang libur natal sejumlah harga dari berbagai jenis komoditas cabai di Pasar Kiaracondong Bandung belum juga turun.

“Lama sebelum musim penghujan, harga berbagai jenis cabai sudah naik, dan sampai saat ini harga cabai rawit khususnya ada di angka Rp120 ribu per kilo,” ujar Wati, Pedagang sayur di Pasar Kiaracondong saat ditemui, Rabu (29/11).

Sebelumnya Wati menyampaikan bahwa kendala harga tinggi ini berdampak pada pendapatan omzet, pasalnya menjelang libur Natal beberapa harga yang masih tinggi menekan angka pembeli.

Baca Juga:Kepung Gedung Sate, Buruh Jabar Gelar Aksi Tuntut Kenaikan UMK 2024Yana Mulyana Dituntut Lebih Tinggi dari 2 Terdakwa Lainnya, Begini Penjelasan JPU dan Penasihat Hukum

Bukan hanya cabai rawit yang tak kunjung turun, sejumlah komoditas cabai lainpun masih terbilang tinggi nilai harganya.

“Dari jenis cabai yang lain telah mengalami kenaikan satu bulan yang lalu, seperti cabai cabai merah keriting Rp80 ribu, cabai gendot Rp40 ribu, serta cabai tanjung dan keriting Rp100 ribu per kg,” ungkap Wati.

Pedangan kain di pasar Kiaracondong Kota Bandung Wawan(42) mengatakan ada beberapa jenis sayur yang juga mengalami kenaikan.

“Sawi hijau baru tiga hari yang lalu naik harganya, sebelumny dari harga Rp8 ribu menjadi Rp10 ribu, kemudian selada dari Rp15 ribu menjadi Rp25 ribu,” ujar Wawan saat dijumpai, Rabu (29/11).

Ia menilai dampak dari kenaikan sayur tak lepas dari musim penghujan yang mengakibatkan pemasok yang mengaku kesulitan untuk mendistribusikan jumlah seperti biasa, karena hujan tersebut mengakibatkan kurangnya panen.

Salah satu pembeli pasar sekaligus penjual jajanan Lilis (32) mengeluhkan harga cabai yang tak kunjung stabil, terlebih dagangan dijual lilis adalah seblak yang membutuhkan cabai sebagai salah bahan utamanya.

“Sudah satu bulan harga cabai ini membuat saya menurunkan pembelian cabai, beda dari biasanya,” ujar Lilis.

Baca Juga:Waspadai Gerakan Boikot yang Merugikan dan Salah Alamat, Wapres RI Ma’ruf Amin Beri Pesan untuk Warga JabarRatusan Anak Ramaikan Festival Permaian Tradisional di Caffe Teras Sentani

Lilis mengaku, jika sebelumnya dia membeli cabai untuk stok dagangannya bisa mencapai 10 hingga 15 kilo, setelah naik Lilis hanya bisa membeli 5 kilo untuk bahan dagangannya.

Bahkan dari pembeli lain di pasar Kiaracondong Dini(33) menyampaikan, untuk orang sunda sendiri, cabai adalah bahan pokok penting yang harus ada di dapur, melihat naiknya harga dan tak kunjung turun, Dini mengaku sudah jarang membeli cabai untuk kebutuhan dapur.

0 Komentar