Polisi Bekuk DPO Pelaku Pengeroyokan Maut di Pasirkoja Bandung, Ditangkap di Cianjur

Ist. Tangkap layar unggahan sosial media tim Resmob Polrestabes Bandung saat berhasil mengamankan pelaku penge
Ist. Tangkap layar unggahan sosial media tim Resmob Polrestabes Bandung saat berhasil mengamankan pelaku pengeroyokan hingga menyebabkan korban meninggal dunia di wilayah Pasir Koja. Dok. Sosmed.
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Jajaran Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polrestabes Bandung berhasil menangkap satu orang pelaku pengeroyokan yang menyebabkan korban meninggal dunia di kawasan Jalan Terusan Pasirkoja, Kota Bandung. Pelaku yang sebelumnya masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) ditangkap di wilayah Kabupaten Cianjur.

Korban berinisial MN meninggal dunia setelah menjadi korban pengeroyokan oleh sekelompok orang pada 29 Januari 2026.

Kasatreskrim Polrestabes Bandung AKBP Anton mengatakan, pelaku yang sempat buron berhasil diamankan pada Sabtu, 4 Juli 2026, di sebuah rumah di Kecamatan Naringgul, Kabupaten Cianjur.

Baca Juga:16 Angkot di Kota Bogor Berusia di Atas 20 Tahun Ditilang, Dipilok dan Diberi Tanda Tidak Laik Jalan Wagub Irit Bicara Soal Pergantian Nama Provinsi

“Kami dari Satreskrim Polrestabes Bandung berhasil menangkap salah satu pelaku yang terindikasi memang banyak terlibat beberapa kejadian di Kota Bandung,” ujar Anton, Rabu (8/7).

Anton menjelaskan, selama menjadi buronan, pelaku terus berpindah-pindah tempat untuk menghindari kejaran petugas. Namun, keberadaannya akhirnya berhasil dilacak hingga dilakukan penangkapan.

Pelaku diketahui merupakan seorang remaja laki-laki berusia 17 tahun yang berdomisili di Kabupaten Bandung.

“Pelaku masih di bawah umur, laki-laki, usianya 17 tahun, alamatnya di Kabupaten Bandung,” ungkapnya.

Usai ditangkap, pelaku langsung dibawa ke Satreskrim Polrestabes Bandung untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Menurut Anton, pelaku diduga memiliki keterkaitan dengan kelompok geng motor dan sebelumnya juga pernah terlibat dalam sejumlah tindak pidana di beberapa lokasi di wilayah Kota Bandung.

“Pelaku memang ada kaitannya dengan kelompok geng motor karena beberapa kali juga pernah terlibat di beberapa TKP lainnya yang ada di wilayah Kota Bandung,” katanya.

Baca Juga:Peralihan dari Sarimukti ke Legoknangka Berpotensi Tambah Beban Operasional Persampahan di CimahiResmikan Bank Kain Kafan Gratis di Rumah Aspirasi, Fathi: Bantu Masyarakat yang Kesulitan

Saat ini, penyidik masih terus mendalami peran pelaku dalam kasus tersebut serta kemungkinan keterlibatan pihak lain.

“Pelaku sudah dilakukan penahanan untuk proses penyidikan lebih lanjut hingga nantinya dilimpahkan ke persidangan,” pungkas Anton.

0 Komentar