Indonesia-Kazakhstan Bentuk Komite Bersama, Buka Peluang Investasi Industri di Kawasan Eurasia

Indonesia-Kazakhstan Bentuk Komite Bersama, Buka Peluang Investasi Industri di Kawasan Eurasia
Ilustrasi Indonesia jalin kerja sama dengan Kazahktan. (Foto: ANTARA)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Pemerintah Indonesia dan Kazakhstan sepakat memperkuat kemitraan industri melalui pembentukan working committee atau komite kerja bersama yang akan menjadi motor penggerak berbagai proyek investasi dan pengembangan rantai pasok industri di kawasan Eurasia.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, komite tersebut dibentuk untuk memastikan berbagai peluang kerja sama yang telah dibahas dapat segera direalisasikan.

Berbeda dengan kerja sama antar pemerintah pada umumnya, komite ini akan lebih banyak melibatkan pelaku usaha sehingga implementasi proyek dinilai lebih efektif dan sesuai kebutuhan industri.

Baca Juga:5.597 Gerakan Pangan Murah Digelar, Bapanas: Untuk Tekan InflasiDPRD Didorong Jadi Penggerak Pengembangan Ekonomi Kreatif di Daerah

“Kita sama-sama menyepakati akan membentuk working committee,” kata Agus dikutip dari ANTARA, Rabu (8/7/2026).

Menurutnya, Kazakhstan merupakan salah satu mitra strategis Indonesia untuk memperluas akses pasar sekaligus memperkuat posisi industri nasional di kawasan Eurasia. Hubungan ekonomi kedua negara dinilai masih memiliki ruang pertumbuhan yang besar, terutama di sektor manufaktur dan industri pengolahan.

Selain itu, Agus mengatakan working committee nantinya akan melibatkan perwakilan Indonesia dan Kazakhstan, dengan perang besar diberikan kepada pelaku usaha agar kerja sama yang dibangun lebih realistis dan sesuai kebutuhan industry.

“Working committee Indonesia dengan pihak Kazahstan, dan saya melihat bahwa nanti heavy-nya dari working committee itu, bukan pihak pemerintah yang mengisi, tapi pihak dunia usaha, contohnya KADIN, atau mungkin nanti kita libatkan asosiasi lain,” ujarnya.

Ia juga menambahkan, potensi kerja sama Indonesia dengan Kazakhstan maupun negara-negara Eurasia masih sangat besar dan perlu terus dimanfaatkan untuk memperkuat sektor industri nasional.

“Hubungan antara kita dengan negara-negara Eurasia, termasuk Kazakhstan, itu ruang tumbuhnya masih besar sekali,” kata Menperin.

Melalui kerja sama ini, Indonesia dan Kazakhstan akan mendorong kolaborasi dalam berbagai skema, mulai dari pemerintah dengan pemerintah (G2G), pemerintah dengan pelaku usaha (G2B), hingga kerja sama langsung antarperusahaan (B2B).

Baca Juga:Permintaan China Dongkrak Ekspor Rempah Indonesia, Kapulaga Jadi Komoditas UnggulanBupati Tasikmalaya Sebut Program Pemagangan Nasional Solusi Tekan Pengangguran Lulusan Baru

Sejumlah sektor menjadi fokus utama pengembangan, antara lain industri otomotif, teknik mesin, industri kimia, industri ringan, hingga berbagai sektor manufaktur lainnya.

Kedua negara juga akan mengeksplorasi peluang investasi bersama yang diharapkan mampu memperkuat ketahanan rantai pasok serta meningkatkan daya saing industri masing-masing.

0 Komentar