Gerakan BDS Indonesia Keluarkan Beberapa Nama Brand yang Jadi Target Boikot

Ini Fungsi Kemasan Produk yang Jarang Diketahui
Ini Fungsi Kemasan Produk yang Jarang Diketahui. (foto: ilustrasi Pixabay/igorovsyannykov)
0 Komentar

JABAR EKSPRES  – Gerakan BDS Indonesia atau Divestasi, dan Sanksi terhadap Israel, kini tengah ramai disuarakan kepada publik untuk menghentikan pembelian produk dari sejumlah perusahaan besar yang terlibat dalam mendukung serangan Israel ke Palestina.

Tak hanya, saat ini juga gerakan BDS Indonesia telah merilis daftar brand yang menjadi target boikot utama dan brand yang memerlukan tekanan sosial agar tidak mendukung Israel.

Bahkan brand-brand itu terdiri dari AXA, Puma, Hewlett Packard (HP), dan Siemens. Kemudian Domino’s Pizza, Starbucks, Burger King, Papa John’s Pizza, Pizza Hut, Mcdonalds, Carrefour, Grup Nestle, P&G, Kraft, Coca Cola, Pepsico, Johnson & Johnson, Unilever, MARS, Kellogg’s, Disney, dan L’Oréal.

Baca Juga:Anwar Usman Diberhentikan dari Ketua MK, Gibran Rakabuming Sah Jadi Cawapres?Percaya Diri Prabowo-Gibran Menang Satu Putaran, Team Garuda 08: Kami Terus Jalin Dukungan

Co-Inisiator BDS Israel di Indonesia, M. Syauqi Faiz, Co-Inisiator BDS Israel di Indonesia, dalam keterangannya mengatakan bahwa ajakan aksi boikot ini intinya didasari karena Israel itu telah melakukan pelanggaran hukum internasional.

“Jadi, tujuan kita sebenarnya adalah menghentikan pihak-pihak seluruh dunia dan termasuk Indonesia untuk terlibat di dalam pelanggaran hukum internasional yang dilakukan Israel,” ujarnya, Kamis (9/22).

Bahkan dia juga mengungkapan dalam melakukan aksi boikot terhadap produk-produk sekutu Israel itu ada klasifikasi brandnya.

“Jadi, ada klasifikasi brand mana saja yang akan kita boikot itu. Karena kita berbicara terkait keterlibatan dalam kejahatan pelanggaran hukum internasional, dan keterlibatan itu memang ada level-levelnya,” imbuhnya.

Sementara, dikutip dari akun Instagram Gerakan BDS Indonesia, aksi boikot ini bertujuan untuk menuntut Israel supaya tunduk sama hukum Internasional dan juga supaya perusahaan tersebut menarik dukungannya dari Israel.

Sehingga, harapannya Israel kehilangan dukungan materi lewat boikot karena perusahaan berhenti mendukung mereka.

 

0 Komentar