Blue Bird Ungkap Rencananya untuk Jadikan Ioniq 5, Ioniq 6, dan Alphard Hybrid sebagai Armada Taksi

JABAR EKSPRES – Perusahaan taksi Blue Bird mengungkapkan rencananya untuk menggunakan model mobil listrik dan hybrid sebagai armada mereka.

Beberapa model yang tengah di pertimbangkan termasuk Hyundai Ioniq 5 dan Toyota Alphard Hybrid. Yang merupakan merek asing yang berbeda dari yang di gunakan saat ini.

Lihat juga : Harga Pertamax Naik Rp900 Mulai September 2023

Wakil Direktur Blue Bird, Sigit Djokosoetono, menyatakan bahwa dua mobil ini satu dari Korea Selatan dan satu dari Jepang, Menjadi prioritas perusahaan di tengah berbagai pilihan mobil listrik di Indonesia.

“Jadi ada BYD lalu Ioniq 5 dari Hyundai, kemudian BMW baru masuk. Lalu ada model baru yang kami sedang pelajari,” kata Sigit di BSD Tangerang pada Rabu (30/8) lalu.

Sigit menjelaskan bahwa saat ini perusahaan sedang fokus pada Hyundai Ioniq 5 untuk di jadikan armada taksi.

Namun, tidak menutup kemungkinan bahwa model listrik lainnya dari Hyundai, seperti Ioniq 6, juga akan di pertimbangkan jika ada permintaan dari konsumen perusahaan.

“Kami masih fokus pada Ioniq 5, tetapi jika ada permintaan untuk Ioniq 6 dari konsumen perusahaan, kami siap memenuhinya. Karena kami juga melayani pelanggan korporat,” tambahnya.

Hingga saat ini, Blue Bird telah mengoperasikan sekitar 200 taksi listrik yang berasal dari merek asal China, BYD e6, serta Tesla Model X dari Amerika Serikat dan BMW iX dari Jerman.

Seperti taksi konvensional, taksi listrik ini akan di jual setelah di gunakan selama lima tahun.

Rencananya, e6 dan Model X akan di jual pada akhir 2023 sebagai bagian dari pembaruan armada.

Sigit juga menyatakan bahwa penambahan armada tak hanya akan fokus pada mobil listrik berbaterai, tetapi juga akan mencakup kendaraan hybrid melalui produk Alphard Hybrid.

Produk ini akan mendampingi Model X dalam armada taksi untuk layanan Silver Bird.

Lihat juga : Polisi Mulai Tilang Kendaraan Gagal Uji Emisi Mulai Hari ini

“Keputusan untuk menggunakan kendaraan hybrid di dasarkan pada efisiensi konsumsi bahan bakar. Dan juga perlu mempertimbangkan kesesuaian dengan anggaran modal yang ada. Karena harganya lebih tinggi, maka biaya sewanya juga akan di sesuaikan,” jelasnya.

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan