JABAR EKSPRES – Kualitas udara tidak sehat di sejumlah wilayah di Indonesia menjadi sorotan sejumlah pihak termasuk Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG). Bahkan baru-baru ini BMKG memprediksikan kualitas udara tidak sehat di Tanah Air.
Sebagai informasi, PM2.5 merupakan partikel udara yang berukuran lebih kecil dari atau sama dengan 2.5 µ (mikrometer).
Berbagai material yang terkandung dalam PM2.5 ini dapat menyebabkan berbagai gangguan saluran pernafasan seperti infeksi saluran pernafasan akut (ISPA), kanker paru- paru, kardiovaskular, kematian dini, dan penyakit paru-paru obstruktif kronis.
Baca Juga:Termasuk Setya Novanto dan Imam Nahrawi, Lapas Sukamiskin Berikan Remisi pada Ratusan Koruptor dalam Rangka HUT ke-78 RITermasuk Dirut RS Hasan Sadikin Bandung, 3 Pimpinan RS Kena Sanksi dari Kemenkes Buntut Perundungan
Sedangkan, BMKG menyebutkan tingkat kualitas udara berdasarkan pengukuran konsentrasi PM2.5 di udara. BMKG terus memantau konsentrasi PM2.5 di 27 lokasi di Tanah Air dengan karakter yang berbeda.
Seperti diketahui bahwa DKI Jakarta tengah ramai diperbincangkan terkait kategori kualitas udaranya yang dinilai tidak sehat. Sejumlah unggahan mengungkap bahwa Jakarta masuk pada jajaran tertinggi Kota dengan kualitas udara buruk di Dunia.
Sehingga, sejumlah pihak termasuk BMKG angkat bicara dan memberikan penjelasan terkait kualitas udara tidak sehat yang melanda sejumlah wilayah di Indonesia. Namun, BMKG tidak memberikan penjelasan lebih rinci terkait penyebab hal tersebut. (*)
