Mereka bertiga lalu di giring ke luar hotel untuk di bawa ke kantor polisi, namun yang mengherankan bagi Deca adalah, Hans tidak ditaruh didalam mobil yang sama dengan mereka.
Bukan hanya itu, Deca juga merasa janggal, saat polisi memeriksa HPnya, dia langsung mendapat tuduhan baru pasal perdagangan orang, karena mengajak Furi terlibat kasus tersebut.
“Waktu di mobil, mereka membaca pesan di handphone aku. Mereka bilang aku terkena pasal perdagangan orang. Sampai di Polda Sumut, kami interogasi. Mereka memaksa buka rekening, menakut-nakuti, serta lainnya,” lanjutnya.
Baca Juga:Mengambil hikmah dari Kisah Nabi Ibrahim dan Nabi Ismai Dalam Merayakan Idul AdhaHeboh, Ibu dan Anak di Bukittinggi Jalin Hubungan Terlarang Hingga Belasan Tahun Baru Terbongkar
Ketika sampai di kantor polisi, dua Waria di Medan itu dimasukkan dalam ruang pemeriksaan. Salah satu polisi yang ada di ruangan itu mengatakan Deca akan menyandang status sebagai pelaku, sedangkan Fury sebagai korban.
Saat petugas polisi keluar, ada petugas kebersihan yang masuk bersih-bersih dan mencoba memberi saran untuk menempuh jalan damai dengan memberikan yang damai.
Deca yang masih bingung mencoba akan menempuh jalan damai tersebut, namun uang yang dimilikinya kurang, sehingga dia meminta bantuan petugas kebersihan itu untuk dipertemukan dengan orang yang bisa diajak negosiasi.
Keesokan harinya, wanita yang akan negosiasi dengannya datang, lalu mereka membicarakan perdamaian dengan mahar Rp 100 juta.
“Paginya, kami jumpa ibu itu dan membicarakan uang damai. Ibu itu tanya, kami ada uang berapa. Aku bilang ada Rp 25 juta. Ibu itu bilang untuk kasus seperti ini tidak bisa. Dia minta Rp 100 juta. Terus saya bilang, ya udah tahan saja,” jelas Deca.
Namun negosiasi tetap berlanjut hingga sepakat di harga 50 juta, karena Deca ditakut-takuti bila tidak damai, justru akan menghabiskan uang lebih banyak jika ditahan.
Belum lagi ketika di dalam tahanan Deca akan dibotaki, memakai celana pendek serta lainnya. Sedangkan Fury hanya diletakkan di tempat rehabilitasi karena sebagai korban.
Baca Juga:Keistimewaan Puasa Arofah Sebelum Hari Raya Idul Adha, Bisa Hapus Dosa 2 TahunWaktu Terbaik Takbiran Idul Adha Lengkap dengan Bacaannya
“Terakhir, deal biayanya Rp 50 juta dan uang itu saya kirim ke rekening BRI atas nama Sugianto. Terus ibu itu sempat bilang, jangan mempersoalkan lagi ke depannya. Karena no rekening itu punya orang dan mereka hanya numpang transfer. Dia bilang itu nomor orang yang bekerja di BRI. Sehingga kalau aku permasalahkan, kasihan orang yang punya rekening,” sambungnya.
