Pemilu 2024, Calon Pemimpin Paris Van Java Diminta Jangan Ecek-Ecek

Aom Roedy Wiranatakusumah berharap pada Pemilu 2024 bisa melahirkan pemimpin yang berkualitas di Kota Bandung. (YANUAR/JABAR EKSPRES)
Aom Roedy Wiranatakusumah berharap pada Pemilu 2024 bisa melahirkan pemimpin yang berkualitas di Kota Bandung. (YANUAR/JABAR EKSPRES)
0 Komentar

“Bandung ini juga kota yang secara kultural semua bisa dilakukan. Sebagai kota fesyen, kota kreatif juga kota pendidikan, banyak orang datang ke sini,” imbuh Roedy.

Dia menyampaikan, bagi para calon pemimpin Kota Bandung pada Pemilu 2024 diminta supaya bisa membawa Paris Van Java sebagaimana mestinya.

“Karena Bandung ini spesial. Harus dipimpin oleh pemimpin yang visioner, pinya nilai-nilai positif, karena Bandung ini bukan kota sembarangan,” ungkap Roedy.

“Sejarahnya panjang, marwahnya tinggi dan sangat magnetis Bandung ini,” lanjutnya.

Baca Juga:Pasar Baleendah jadi Lautan Sampah, Ini Penyebabnya!Dampak Akulturasi, Ada Budaya yang Hilang

Roedy memaparkan, keunikan lain dari Kota Kembang yakni sejarahnya bank swasta Belanda yang dipindahkan dari Jakarta ke Bandung.

Diketahui, De Javasche Bank (DJB) merupakan bank swasta masa Hindia Belanda yang memiliki fungsi sangat penting dalam perekonomian negara.

DJB yang kini menjadi Bank Indonesia, ditetapkan menjadi bank sirkulasi, yang artinya bank ini menerbitkan mata uang untuk Hindia Belanda.

De Javasche Bank berdiri pada 24 Januari 1828 atas perintah Raja Williem I. Tujuan De Javasche Bank didirikan adalah untuk membantu permasalahan keuangan dan perekonomian kolonial Hindia Belanda yang memburuk setelah bangkrutnya VOC.

“Ekonomi, pendidikan, budaya berpusat juga di Bandung. Maka kita harus punya pemimpin yang nilainya setinggi itu, apalagi jika lihat sejarah Bandung yang begitu panjang,” paparnya.

“Maka pemimpin Bandung di Pemilu 2024 nanti, jangan sampai ecek-ecek,” tambah Roedy.

Dia menerangkan, sebagai masyarakat agar Kota Bandung bisa makin maju dan berkembang, perlu memilah serta kritis terhadap calon-calon pimpinan nantinya.

Baca Juga:Dewan Wanti-Wanti Pembangunan Museum Pajajaran Kota Bogor di BatutulisSmart City di Bandung Dinilai Rentan Korupsi, Ini Penyebabnya!

“Wali Kota Bandung sudah 2 kali terjerat kasus korupsi. Cukup jangan sampai ketiga kali. Tidak perlu kita melihat dan mengalami hal-hal yang sifatnya memalukan seperti itu,” terang Roedy.

“Maka harapan saya Pemilu 2024 Bandung dipimpin oleh leader yang tingkat wawasannya internasional, dengan nilai dan marwah Kota Bandung yang tinggi beserta sejarahnya yang panjang ini,” pungkasnya. (bas)

0 Komentar