Bandung Vintage Market Kembali Digelar, Jadi Ruang Nostalgia dan Edukasi Barang Lawas bagi Generasi Muda

Pengunjung mengamati barang antik yang dijual pada ajang Bandung Vintage Market volume ke-5 di Gedung Kantor P
Pengunjung mengamati barang antik yang dijual pada ajang Bandung Vintage Market volume ke-5 di Gedung Kantor Pos, Jalan Asia Afrika, Bandung, Senin (1/6). Foto: Dimas Rachmatsyah / Jabar Ekspres
0 Komentar

JABAR EKSPRES — Bandung Vintage Market kembali hadir menyapa pecinta barang lawas dan kolektor di Kota Bandung. Memasuki penyelenggaraan yang kelima, acara ini tidak hanya menjadi ajang jual beli barang vintage, tetapi juga ruang berkumpulnya berbagai komunitas sekaligus sarana edukasi sejarah dan budaya melalui benda-benda koleksi.

Koordinator Lapangan Bandung Vintage Market ke-5, Yoseph Tobing, mengatakan kegiatan tersebut telah berjalan selama sekitar enam hingga tujuh tahun, meski tidak digelar secara rutin setiap tahun.

“Ini penyelenggaraan yang kelima. Pertama dulu di Sabuga, kemudian di Clique Square, lalu sempat berkolaborasi dengan Unionwell di Lembang, yang keempat di M Bloc Jakarta, dan sekarang kembali digelar,” kata Yoseph.

Baca Juga:ART di Cileungsi Tewas Diduga Disiksa Rekan Kerja, Tubuh Korban Disiram Air Panas BergantianJalan Kasep Digeber, Pemkab Tasikmalaya Targetkan Dua Tahun Lagi Seluruh Jalan Mulus

Menurutnya, penyelenggaraan Bandung Vintage Market bergantung pada kesiapan konsep dan dukungan lokasi yang memungkinkan acara tersebut terlaksana.

“Kami kalau ada ide, ada konsep, atau ada pihak yang menawarkan tempat, pasti kami garap. Jadi tidak harus setiap tahun,” ujarnya.

Pada gelaran kali ini, sekitar 20 tenant turut meramaikan acara. Sebagian besar pedagang berasal dari kawasan Pasar Cikapundung Bandung yang selama ini dikenal sebagai salah satu pusat barang antik dan koleksi di Kota Kembang.

“Hampir 70 persen tenant berasal dari Pasar Cikapundung. Sisanya ada yang datang dari Jakarta dan Solo,” katanya.

Yoseph menjelaskan, para pedagang yang dihadirkan dipilih berdasarkan jenis koleksi yang dijual sehingga tidak terjadi persaingan langsung antar tenant. Beragam kategori barang dapat ditemukan di lokasi acara, mulai dari radio lawas, alat musik, perangko, koin kuno, mainan, fesyen vintage hingga perlengkapan otomotif.

“Kita mengambil perwakilan dari setiap jenis barang. Ada yang khusus radio, alat musik, koin, perangko, jadi tidak ada yang saling berebut pasar,” jelasnya.

Selain transaksi jual beli, Bandung Vintage Market juga menjadi wadah berkumpulnya berbagai komunitas seperti pecinta sepeda ontel, kendaraan klasik, hingga penggemar mobil dan motor lawas.

Baca Juga:Begal Spesialis Curanmor Dibekuk, Motor Balik ke Pemilik dengan Model BaruSeuri Imah Sunda Resmi Hadir di Dago Bandung, Tawarkan 16 Sambal dan Pengalaman Kuliner Khas Tatar Pasundan

“Tujuan utamanya mengumpulkan komunitas-komunitas ini. Jadi mereka bisa kembali bernostalgia. Banyak pengunjung dan pedagang yang memang berasal dari komunitas tersebut,” katanya. Menariknya, tren pasar barang vintage saat ini justru didominasi kalangan muda.

0 Komentar