Petani Gen Z Masih Sedikit, DKPP Jabar Kebut Regenerasi Lewat Insentif dan Pelatihan Modern

Ilustrasi pertanian di Jawa Barat. (Son)
Ilustrasi pertanian di Jawa Barat. (Son)
0 Komentar

Jabar Ekspres – Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Jawa Barat upayakan regenerasi petani. Hal itu menjaga keberlanjutan petani maupun peternak di Jawa Barat.

Plt Sekdis DKPP Jawa Barat Siti Rochani menjelaskan, pihaknya memahami bahwa regenerasi petani itu penting. Hal itu mengingat makin terkikisnya jumlah petani.

Artinya minat generasi muda menjadi petani juga makin menurun. Banyak dari mereka lebih memilih untuk berprofesi di luar petani.

Baca Juga:ART di Cileungsi Tewas Diduga Disiksa Rekan Kerja, Tubuh Korban Disiram Air Panas BergantianJalan Kasep Digeber, Pemkab Tasikmalaya Targetkan Dua Tahun Lagi Seluruh Jalan Mulus

“Kami pahami itu, kami upayakan dengan regenerasi petani muda dengan program insentif dan pelatihan modern, ” katanya, Senin (1/5).

Perempuan yang akrab disapa Hani itu melanjutkan, regenerasi petani itu sebenarnya bukan hanya PR dari DKPP. Tapi juga butuh peran dari dinas lain.

“Bukan hanya ada di DKPP saja, tapi ada juga di Dinas Perkebunan, Dinas Pertanian, Dinas Perikanan, maupun Perhutanan, ” katanya.

Menurut Hani, dalam pembinaan, pihaknya juga menyasar kelompok kelompok ternak maupun tani. Agar juga lebih efisien.

Di sisi lain, Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Barat mencatat bahwa jumlah petani di Jawa Barat tahun 2023 tercatat di angka 3.159.485 orang.

Dari angka itu dominasi petani adalah generasi X dan Boomers. Rinciannya, Gen Z ada di 48.713, Gen Millenial ada di 653.046, Gen X ada 1.343.292 orang, lalu Gen Boomers ada di 1.024.572 orang dan Gen Pre Boomers ada di 89.844 orang. (Son)

0 Komentar