Jalur Afirmasi SPMB 2026 Kota Bogor Khusus Desil 1-5, Prioritaskan Desil 1 Kategori Miskin Ekstrem 

Kepala Dinas Pendidikan Kota Bogor, Herry Karnadi, saat memberikan keterangannya. Foto: Sekar Andini
Kepala Dinas Pendidikan Kota Bogor, Herry Karnadi, saat memberikan keterangannya. Foto: Sekar Andini
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bogor memastikan siswa dari keluarga kategori Desil 1 atau kemiskinan ekstrem akan menjadi prioritas utama dalam seleksi jalur afirmasi pada SPMB 2026.

Meski demikian, penyalurannya tetap memperhatikan zonasi atau wilayah tempat tinggal calon murid.

Kepala Disdik Kota Bogor, Herry Karnadi, menyampaikan jalur afirmasi dalam seleksi SPMB 2026 ini hanya dapat diikuti calon murid yang terdata dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) Desil 1 hingga Desil 5 dan merupakan warga asli Kota Bogor.

Baca Juga:ART di Cileungsi Tewas Diduga Disiksa Rekan Kerja, Tubuh Korban Disiram Air Panas BergantianJalan Kasep Digeber, Pemkab Tasikmalaya Targetkan Dua Tahun Lagi Seluruh Jalan Mulus

“Pertama Desil 1 dulu yang diprioritaskan. Desil 1 itu desil kemiskinan ekstrem. Baru nanti desil-desil yang lainnya. Tapi tetap Desil 5 ke bawah,” ujar Herry saat dikonfirmasi, Senin (1/6/2026).

“Makanya jalur afirmasi ini mengacu pada data DTSEN yang memuat desil-desil tersebut. Maksimal Desil 5 ke bawah yang bisa masuk jalur afirmasi. Kalau Desil 6, tidak bisa masuk kelompok afirmasi,” katanya.

Ia mengatakan, seluruh siswa yang masuk kategori Desil 1 hingga Desil 5 berhak mendaftar melalui jalur afirmasi. Namun dalam proses seleksi, siswa dari kelompok Desil 1 akan diprioritaskan terlebih dahulu karena masuk kategori ekstrem.

Herry menyebut jumlah calon murid yang masuk kelompok Desil 1 hingga Desil 5 di Kota Bogor berdasarkan data sementara mencapai sekitar 6.000 anak. Sementara kuota jalur afirmasi di SMP negeri hanya sekitar 20 persen dari total daya tampung keseluruhan jalur atau sekitar 1.400 kursi.

Karena itu, tidak seluruh siswa dari keseluruhan kelompok Desil 5 akan tertampung melalui jalur afirmasi di sekolah negeri. Disdik bersama Pemerintah Kota Bogor juga menyiapkan program beasiswa bagi siswa yang melanjutkan pendidikan ke sekolah swasta, atau masuk melalui jalur lainnya.

“Kan kita punya beasiswa SMP sekitar 2.000 siswa. Sebagian mungkin masuk afirmasi, sebagian lagi bisa masuk jalur prestasi atau domisili. Tapi tetap, siswa Desil 1 kami prioritaskan untuk lolos,” katanya.

Adapun berdasarkan ketentuan SPMB 2026, kuota penerimaan murid baru di Kota Bogor dibagi ke dalam empat jalur, yakni domisili 40 persen, prestasi 30 persen, afirmasi 25 persen, dan mutasi 5 persen.

Baca Juga:Begal Spesialis Curanmor Dibekuk, Motor Balik ke Pemilik dengan Model BaruSeuri Imah Sunda Resmi Hadir di Dago Bandung, Tawarkan 16 Sambal dan Pengalaman Kuliner Khas Tatar Pasundan

Khusus jalur afirmasi, kuota tersebut terdiri atas 20 persen untuk kategori calon murid dari keluarga ekonomi tidak mampu yang terdata dalam DTSEN Desil 1 hingga Desil 5 serta anak panti asuhan, dan 5 persen untuk kategori Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) atau penyandang disabilitas.

0 Komentar