Jabar Ekspres – Tumpukan sampah kembali menggunung di kawasan Pasar Baleendah, Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung. Padahal, sekitar sebulan lalu sampah di lokasi tersebut sempat diangkut secara besar-besaran oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat bersama Pemerintah Kabupaten Bandung pada 30 April 2026.
Pantauan di lokasi pada Senin (1/6/2026), sampah terlihat meluber dari tempat pembuangan sementara (TPS) hingga menutup sebagian badan jalan yang mengarah ke pasar. Kondisi tersebut membuat akses kendaraan dan aktivitas masyarakat menjadi terganggu.
Selain menimbulkan bau tidak sedap, tumpukan sampah juga memunculkan belatung yang mulai menyebar ke area pedagang di sekitar TPS. Para pedagang berharap pemerintah segera mengambil langkah konkret agar persoalan tersebut tidak terus berulang.
Baca Juga:ART di Cileungsi Tewas Diduga Disiksa Rekan Kerja, Tubuh Korban Disiram Air Panas BergantianJalan Kasep Digeber, Pemkab Tasikmalaya Targetkan Dua Tahun Lagi Seluruh Jalan Mulus
Salah seorang kuli angkut pemotong ayam di kawasan pasar, Kodari (50), mengaku kondisi sampah kembali memburuk dalam waktu relatif singkat setelah pengangkutan besar-besaran dilakukan.
“Sebulan lebih, kemarin dulu diangkut pas rame-rame sampah. Sekarang belum. Iuran mah tetep jalan,” ujarnya.
Menurut Kodari, persoalan utama bukan hanya bau yang ditimbulkan, melainkan dampak langsung terhadap aktivitas pedagang.
Ia menyebut belatung dari tumpukan sampah mulai masuk ke area pemotongan ayam yang berada tidak jauh dari lokasi TPS.
“Masalahnya bukan kecium bau, tapi ini di ujung pemotongan belatung udah masuk. Dulu kan gak ada tempat sampah, sekarang ada tempat sampah bisa masuk, tapi tetep sampahnya di luar,” katanya.
Ia juga menyoroti fasilitas pengolahan sampah yang menurutnya tidak berfungsi optimal. Padahal, fasilitas tersebut sebelumnya diharapkan mampu mengurangi volume sampah yang masuk ke TPS.
“Iya kan maksudnya mah itu ada alat daur ulang, cuman gak fungsi. Tadina mah organik dipilah nganggo biogas, tapi da belum pernah ada,” ungkapnya.
Baca Juga:Begal Spesialis Curanmor Dibekuk, Motor Balik ke Pemilik dengan Model BaruSeuri Imah Sunda Resmi Hadir di Dago Bandung, Tawarkan 16 Sambal dan Pengalaman Kuliner Khas Tatar Pasundan
Kodari menilai kondisi TPS saat ini sudah tidak mampu menampung sampah yang terus berdatangan setiap hari. Akibatnya, sampah meluber hingga ke jalan dan mengganggu aktivitas para pedagang.
“Kalau dulu mah bisa ke dalem sampah, tapi ini kan ke jalan dan ke pedagang pemotong ayam. Kasian,” tuturnya.
