PPDB tahun 2022, Zonasi Diperluas, Cyber Pungli Siaga Satu

Ilustrasi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Tahun 2022
Ilustrasi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Tahun 2022
0 Komentar

BANDUNG – Gubenur Jawa Barat, Ridwan Kamil menegaskan  untuk pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun 2022 ini  akan ada beberapa perubahan, yakni sistem zonasi akan diperluas, juga ada kabar baik bagi  Sekolah Luar Biasa (SLB) yang  tidak akan lagi menggunakan sistem zonasi.

“Zonasi akan diperluas, keterlibatan swasta dalam PPDB di ikut sertakan, SLB tidak perlu pakaian zonasi. Jadi intinya di 2021 yang bagus di pertahankan,” ujar Emil sapaan akrabnya seusai membuka PPDB tahun 2022 di SMKN 2 Bandung, Selasa (27/5).

Selain kedua kabar baik tersebut,  yakni perluasan sistem zonasi dan penghapusan zonasi bagi tingkat SLB, Emil juga menambahkan akan melakukan pemantauan jika nantinya ada indikasi pungutan liar oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.

Baca Juga:Minimalisir Kerugian, Pemerintah akan Ganti Sistem Pembayaran Tol dari E-Toll ke MLFFHeboh, Pembunuhan Janda di Tasikmalaya, Leher Digorok dan Dua Kaki Terikat Lakban

Dengan kata lain, Emil menegaskan  dalam pelaksanaan PPDB tahun 2022 ini wilayah Jawa barat siaga satu terhadap pungutan liar atau biasa disebut pungli.

“Kami juga siaga satu urusan PPDB, karena kita ada tim Cyber Pungli yang sudah disiapkan untuk memantau jika ada upaya-upaya dari pihak yang tidak bertanggung jawab untuk mensiasati aturan yang sudah adil ini,” katanya.

Selain itu, Emil juga mengatakan bahwa pada periode pembelajaran tahun 2022 nanti, SMK di Jawa barat akan memulai berbasis industri, seperti adanya kurikulum Shopee, Hyundai dan Samsung yang dilahirkan melalui Peraturan Gubernur (Pergub) Jabar.

“Jadi sentuhannya gimana mereka, yang hafal (dengan) dunia industri. Dan ini terobosan supaya SMK atraktif,” ucapnya

Selain hal tersebut, Emil juga menambahkan pada kurikulum 2022 nanti pihaknya juga menghadirkan Pergub pendidikan tentang karakter siswa.

“Ke dua Pergub pendidikan tentang karakter, jadi buat apa pinter tapi nakal, julit, buliying. Nah jabar maseging di pergub kan, jadi kearifan lokal, sehingga anak Jawa barat harus sehat, pintar, berakhlak dan ahli ibadah.

Bahkan selain 2 hal tersebut ia menuturkan, pihaknya juga telah menghadirkan Pergub pendidikan Anti radikalisme dan korupsi

Baca Juga:Ridwan Kamil: PPDB Tahun Ini Akan Adil dan Aspiratif, Siswa di Sekolah Swasta Akan Dapat Dukungan DanaHindari Jatuh Korban Lagi, Puluhan Personel Disiagakan agar Tragedi Berdarah Terulang

“Jadi itu merupakan inovasi-inovasi yang hadir di Jawa Barat untuk kurikulum tahun 2022 nanti,” pungkasnya. (mg4)

 

0 Komentar