JABAR EKSPRES – Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Garut menyampaikan duka cita yang mendalam atas tragedi yang terjadi dalam rangkaian kegiatan pesta rakyat di Pendopo Garut yang mengakibatkan adanya korban meninggal dunia dan korban luka-luka.
Peristiwa tersebut menjadi perhatian serius masyarakat dan memunculkan tuntutan agar proses pengusutan dilakukan secara transparan, profesional, dan memberikan kepastian hukum bagi seluruh korban dan keluarganya. Setelah satu tahun kasus ini berjalan tidak ada kejelasan terkait dengan penegakan hukum nya seperti apa maka dari itu kami dari Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Garut melakukan aksi simbolik di depan Gedung Pendopo Kabupaten Garut.
Pernyataan Sikap
Aksi yang dilaksanakan pada Minggu, 26 Juli 2026 di depan Gedung Pendopo Garut merupakan bentuk kontrol sosial mahasiswa dan pemuda untuk menuntut kejelasan atas tragedi tersebut. Aksi dilakukan secara damai sebagai bentuk penghormatan terhadap para korban sekaligus dorongan agar seluruh proses investigasi dilaksanakan secara terbuka dan akuntabel.
Tuntutan
Baca Juga:DPC GEKRAFS Kota Bandung Resmi Dilantik, Perkuat Peran Bandung sebagai Kota Kreatif DuniaRatusan KK di Garut Kesulitan Air Bersih, Krisis Kekeringan Kembali Melanda Desa Cintanagara
·Mengusut tuntas penyebab terjadinya tragedi secara profesional, independen, dan transparan.·Menyampaikan perkembangan penanganan kasus kepada publik secara berkala.·Mengevaluasi penyelenggaraan kegiatan publik yang melibatkan massa dalam jumlah besar.·Memberikan pendampingan dan pemulihan kepada korban luka serta keluarga korban meninggal dunia.·Menindak pihak yang berdasarkan proses hukum terbukti bertanggung jawab sesuai ketentuan yang berlaku.
Aksi Simbolik Sebagai bentuk penghormatan kepada para korban, Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Garut melaksanakan aksi simbolik berupa tabur bunga dan penyalaan lilin di depan Gedung Pendopo Garut. Tabur bunga menjadi penghormatan terakhir bagi para korban, sedangkan nyala lilin menjadi simbol harapan agar kebenaran dan keadilan dapat ditegakkan. Aksi simbolik ini menegaskan bahwa setiap nyawa masyarakat memiliki nilai yang tidak tergantikan.
Ardiansyah sebagai Koordinator lapangan dalam aksi tersebut menyampaikan bahwa kami akan terus berdiri dan menyuarakan keadilan bersama korban, dalam aksi kali ini kami melakukan aksi simbolik yang berarti “Bunga yang kami taburkan adalah penghormatan bagi mereka yang telah tiada. Lilin yang kami nyalakan adalah cahaya harapan agar keadilan tidak pernah padam.” Ardiansyah juga menyampaikan bahwa jika masih tidak ada kejelasan terkait kasus ini maka Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Garut akan menggelar aksi kembali. Hidup Mahasiswa!Hidup Rakyat Indonesia!Usut Tuntas!Melawan Lupa!Tegakkan Keadilan, Selamatkan Nyawa Rakyat!
