JABAR EKSPRES – Gelaran Indonesia’s Horse Racing (IHR) Kejurnas Seri 1 Indonesia Derby 2026 menjadi magnet besar bagi warga dan wisatawan di Pangandaran, Jawa Barat. Ajang balap kuda bergengsi yang berlangsung di Gelanggang Pacuan Kuda Legok Jawa pada Minggu (26/7/2026) ini tidak hanya menampilkan aksi pacuan kuda terbaik, tetapi juga membawa dampak ekonomi yang signifikan bagi masyarakat sekitar.
Event yang diselenggarakan oleh SARGA.CO ini mempertemukan 150 ekor kuda pacu terbaik dari 13 kontingen yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Mereka bersaing dalam beberapa kelas balap yang dibedakan berdasarkan usia dan tinggi kuda. Total hadiah yang diperebutkan mencapai 1 Miliar Rupiah, dengan puncaknya pada kelas 3 tahun derbi 2000 meter yang memperebutkan Piala Sarga.co dengan hadiah Rp 250 juta.
Kejuaraan ini mendapat apresiasi tinggi dari para pengurus Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia (Pordasi). Ketua Komisi Pacu PP Pordasi, Munawir, mengungkapkan bahwa ajang reguler seperti ini memiliki efek berantai yang positif, terutama dalam meningkatkan nilai ekonomi kuda pacu di Indonesia. Ia mencontohkan, setelah babak penyisihan kemarin, terjadi transaksi penjualan kuda dengan harga fantastis.
Baca Juga:Di Usia ke-394, Pemkab Tasikmalaya Tancap Gas Wujudkan 13 Program Prioritas Meski Dihadapkan KeterbatasanMeriah di Panggung, PMII Soroti Berbagai Persoalan di Balik Milangkala ke-394 Kabupaten Tasikmalaya
“Tentunya kuda-kuda yang telah mendapatkan tropi di ajang bergengsi ini bernilai tinggi. Kemarin setelah babak penyisihan ada dua ekor kuda yang dijual dengan harga Rp 1,5 Miliar satu ekornya. Ini luar biasa. Dengan itu kita bisa menyemangati peternak-peternak,” jelas Munawir.
Munawir juga menambahkan bahwa lokasi Arena Pacuan Kuda Legokjawa dinilai istimewa. Menurutnya, fasilitas yang ada tergolong salah satu yang terbaik dan panorama alamnya yang menghadap langsung ke laut menjadi daya tarik tersendiri yang tidak dimiliki oleh banyak arena pacuan lainnya.
Antusiasme publik terhadap acara ini terlihat dari membludaknya jumlah pengunjung. Ribuan orang memadati area sekitar lintasan untuk menyaksikan secara langsung derap kaki kuda-kuda tangkas. Pemandangan laut lepas yang biru menjadi latar belakang sempurna bagi persaingan ketat di lintasan, menciptakan pengalaman menonton yang unik dan sulit dilupakan.
Tokoh masyarakat setempat, Susi Pudjiastuti, menyoroti lonjakan jumlah penonton yang mencapai dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya. Menurutnya, ini adalah indikasi jelas bahwa animo masyarakat terhadap olahraga balap kuda, khususnya di Pangandaran, terus meningkat.
