oleh

Airlangga Hartarto Minta Pinjaman KUR untuk UMKM Jangan Dipersulit!

JAKARTA – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto meminta kepada bank penyalur Kredit Usaha Rakyat (KUR), agar terus gencar menawarkan KUR kepada masyarakat. Khususnya para pelaku usaha kecil.

Selain itu,  Kata Menko Airlangga Hartarto, dalam proses pemberian KUR  syarat yang diberikan jangan sampai memberatkan masyarakat yang ingin mengajukan KUR kepada bank pemerintah.

‘’Ini untuk memperluas pembiayaan UMKM, sehingga aktivitas usaha semakin menguat dan mendorong pertumbuhan ekonomi.’’papar Menko airlangga Hartarto dalam keterangannya, Rabu, (29/12)

Menurut Menko Airlangga Hartarto, pemberian kebijakan proses KUR ini dibahas dalam rapat kerja dalam mengevaluasi pelaksanaan penyaluran KUR tahun 2021.

KUR dibutuhkan dalam percepatan pemulihan ekonomi pada masa pandemi Covid-19, sehingga diperlukan adanya peningkatan plafon KUR dan kemudahan persyaratan KUR.

Pada Rapat kerja tersebut, diputuskan plafon KUR tahun 2022 ditingkatkan menjadi sebesar Rp373,17 triliun dengan suku bunga KUR tetap sebesar 6%.

Hal ini dilakukan untuk mempertimbangkan tren penurunan cost of fund dan peningkatan efisiensi Over Head Cost (OHC) suku bunga KUR.

‘’Jadi Pemerintah menurunkan subsidi bunga KUR tahun 2022 untuk KUR Super Mikro sebesar 1%, KUR Mikro turun 0,5%, dan KUR PMI turun 0,5%,’’kata Menko Airlangga.

Selain itu, beberapa perubahan syarat kebijakan KUR, antara lain perubahan plafon KUR Mikro (tanpa agunan tambahan) yang sebelumnya di atas Rp10 juta sampai dengan Rp50 juta menjadi di atas Rp10 juta sampai dengan Rp100 juta.

Perubahan KUR Khusus/Klaster tanpa pembatasan akumulasi plafon KUR untuk sektor produksi (non-perdagangan).

Perubahan kebijakan KUR Penempatan Pekerja Migran Indonesia (PMI) termasuk penyesuaian plafon KUR Penempatan PMI dari maksimal Rp25 juta menjadi maksimal Rp100 juta.

‘’ Untuk perubahan dan perpanjangan relaksasi kebijakan KUR pada masa pandemi Covid-19 tetap akan dilakukan,’’ucap Airlangga.

Untuk relaksasi KUR, terdiri dari KUR kecil tanpa pembatasan akumulasi plafon KUR berlaku sampai dengan 31 Desember 2022.

Selain itu, penundaan target sektor produksi sampai dengan  31 Desember 2022 atau sesuai dengan pertimbangan Komite Kebijakan Pembiayaan bagi UMKM.

Relaksasai KUR juga diberikan berupa insentif lanjutan berupa perpanjangan restrukturisasi KUR, Pemberian relaksasi administrasi bagi calon debitur KUR pada masa pandemi Covid-19 berdasarkan penilaian obyektif penyalur KUR.

Melalui perubahan kebijakan KUR, Pemerintah memberikan perhatian yang besar kepada UMKM dengan memberikan persyaratan KUR yang lebih mudah dan terjangkau.

”Jadi adanya relaksasi kebijakan KUR telah berpengaruh terhadap permintaan KUR yang sudah melampaui pola normalnya dan memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi,”katanya.

Menko Airlangga Hartarto menyebutkan, permintaan KUR mengalami peningkatan dari rata-rata per bulan sebesar Rp11,7 triliun pada tahun 2019 menjadi Rp16,5 triliun pada  2020 dan Rp23,7 triliun pada 2021.

Secara keseluruhan, realisasi KUR sejak Januari 2021 hingga 27 Desember 2021 telah mencapai Rp278,71 triliun atau 97,79% dari perubahan target tahun 2021 sebesar Rp285 triliun, dan sampai akhir 2021 diperkirakan penyaluran KUR dapat terealisasikan sebesar 99% dari target tahun 2021.

Sejauh ini realisasi KUR pada 2021 telah disalurkan kepada 7,35 juta debitur dengan total outstanding KUR sejak Agustus 2015 sebesar Rp373,35 triliun.

Target penyaluran KUR di sektor produksi pada 2021 ditunda penetapannya oleh Komite Kebijakan Pembiayaan bagi UMKM, Namun, penyaluran KUR sektor produksi pada tahun 2021 telah mencapai 55,17%.

Berdasarkan Hasil Keputusan Rapat Koordinasi Komite Kebijakan Pembiayaan bagi UMKM tanggal 12 November 2019, target plafon KUR pada tahun 2021 sebesar Rp220 triliun meningkat menjadi Rp253 triliun berdasarkan permintaan penyalur KUR.

‘’Mengingat adanya permintaan penambahan plafon dari penyalur KUR, maka plafon KUR tahun 2021 ditingkatkan lagi menjadi Rp285 triliun,’’ pungkas Airlangga. (D1/map/fsr)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.