JAKARTA – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, kenaikan bahan kebutuhan pokok masyarakat yang terjadi saat ini, sudah jadi perhatian serius pemerintah untuk bergerak melakukan stabilisasi pangan.
Airlangga Hartarto mengakui, secara nasional harga bahan pangan mengalami kenaikan, tercatat harga minyak goreng kemasan rata-rata sebesar Rp20.350,- per kg, telur ayam ras Rp29.500,- per kg, dan cabai rawit merah Rp.96.400,- per kg.
Untuk pemenuhan kebutuhan sembako kementerian Koordinator Bidang Perekonomian telah melakukan kebijakan maupun langkah taktis di lapangan dalam bentuk operasi pasar.
Baca Juga:Tim Polda Jabar Datangi Rumah Bahar Bin Smith Serahkan Surat Penyidikan Atas Ujaran KebencianPolda Jabar Rilis Sketsa Gambar Pelaku Pembunuhan Ibu dan Anak di Subang
Pemerintah terus berupaya menstabilkan harga dan membantu masyarakat memenuhi kebutuhan sembako melalui operasi pasar terutama menjelang Tahun Baru 2022.
‘’Harapan kami, operasi pasar ini dapat membantu masyarakat untuk membeli sembako dengan harga khusus yang lebih murah,” tutur Airlangga Hartarto dalam keterangannya, Rabu, (29/12).
Pada kesempatan tersebut, Airlangga Hartarto melakukan dialog dengan para UKM baik binaan Sampoerna Retail Community (SRC), UKM Pemda Kabupaten Bogor, maupun beberapa pelaku pedagang pasar setempat.
Airlangga menuturkan, Program SRC merupakan program pendampingan dan pengembangan UMKM dari PT HM Sampoerna Tbk (Sampoerna) bagi toko kelontong tradisional.
Sebetulnya, program SRC sudah ada sejak 2008, Program ini memiliki fokus pada pengembangan usaha dan peningkatan daya saing UMKM.
Saat ini, anggota SRC berjumlah 150.000 dan tersebar di 34 provinsi di Indonesia. Bank Negara Indonesia (BNI) juga hadir dengan menyerahkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) ke beberapa UKM pedagang pasar.
Menko Airlangga juga mendengarkan langsung bagaimana sesungguhnya kendala, tantangan, dan juga kondisi yang dihadapi para pedagang di masa pandemi Covid-19.
Baca Juga:Ema Sumarna Sudah Tidak Lagi Menjabat Ketua Harian Satgas Covid-19Sekda Kota Bandung Ema Sumarna Irit Bicara Ketika diminta Tanggapannya Rotasi dan Mutasi!
Salah seorang pemilik warung UKM, Budi yang berasal dari Bogor Timur mengakui, mendapatkan KUR dari BNI sebesar Rp50 juta dengan omset warungnya sebesar Rp5 juta sehari
‘’Operasi pasar banyak dimanfaatkan warga sekitar Pasar Cileungsi untuk berbagai kebutuhan pokok dengan harga murah,’’pungkas Menko Airlangga Hartarto. (red)
